Sapi Pasundan, Hasil Eksperimen Andalan Dukuh Badag

Oktober 16, 2020



KUNINGAN  (MASSA) - Pada Peringatan Hari Ketahanan Pangan Sedunia, yang diperingati setiap 16 Oktober, Kades Dukuh Badag Kecamatan Suyoto Adi Ardiwinata mengenalkan jenis gen sapi baru kepada bupati.

Jenis baru itu adalah Sapi Pasundan. Pengenalan sapi tersebut  di Aula gedung serbaguna Balai Desa Dukuh Badag. Sapi Pasundan merupakan suatu gen sapi yang bisa menjadi ciri khas Desa Dukuh Badag bahkan Kabupaten Kuningan.

Ia mengaku, jenis Sapi yang merupakan eksperimen perkawinan silang itu, merupakan jenis yang memiliki kualitas bagus dan dapat bersaing dengan sapi lokal lainnya seperti sapi Bali atau sapi NTB.

Meskipun Sapi ini memiliki kualitas yang baik. Namun jika tidak dilakukan sosialisasi dan dukungan dari pemerintahnya maka pengembangan Sapi Pasundan tidak akan optimal, ”tandasnya.

Di Bali lanjut ia,  demi mendukung peternak sapi lokalnya, pemerintah setempat membuat Perda yang salah satu isinya bahwa restoran dan hotel di Bali harus menggunakan aging sapi lokal dalam pembuatan menu makanannya.

“Saya berharap di Kuningan juga bisa seperti itu,”  tandas Sutoyo.

Sementara itu, mendengar kabar itu Dukuh Badag memiliki program unggulan dalam menciptakan gen sapi unggulan, sangat  merespon baik hal tersebut.

Bahkan diharapkan program peternakan sapi dapat diikuti oleh kecamatan-kecamtan sekitarnya. Hal ini  agar kelak sapi pasundan dapat dijadikan salah satu produk unggulan Kabupaten Kuningan.

“Program seperti ini bisa masuk dalam program desa pinunjul. Hal ini harus dikembangkan. Sapi Pasundan bisa dijadikan ikon unggulan Kabupaten Kuningan, diharapkan bisa diikuti oleh desa-desa sekitar,” singkatnya merespon program Sapi Pasundan.

Bupati  Acep juga mengharapkan ada sinergisitas DNA kolaborasi antara peternak dan petani, diantaranya terkai pemanfaatan kotoran hewannya.

Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi yang tepat guna dalam meanfaatkan kotoran hewan dalam bidang pertanian atau lainnya.

Dikatakan,  program baik ini diharapkan juga bisa dikolaborasikan dengan pihak-pihak lain, semisal dalam pemanfaatan Kotoran hewannya untuk menjadi pupuk pertanian.

“Jangan sampai kotoran ini malah menjadi masalah dikemudian hari, harus dimanfaatkan. Dengan memanfaatkan teknologi, kotoran hewan bisa didayagunakan untuk produk lain yang bermanfaat, seperti bio gas, pupuk bahkan bisa jadi batako,” tutur Acep.

Selain berdiskusi seputar program sapi unggulan tersebut, bupati juga turut meninjau lokasi kandang sapi pasundan yang jumlahnya ratusan ekor dan tersentral di satu wilayah.

Disela-sela tinjauannya, kepada masyarakat sekitar Acep juga turut membagi-bagikan masker sekaligus mensosialisasikan protokal kesehatan agar Kuningan kembali bebas dari cengkraman Covid 19. 

 

Selain itu, hadir dalam acara tersebut Kadis Ketahanan pangan dan Pertanian Dr Ukas Suharfaputra, MP, Kadis DPMD Drs H Dudi Pahrudin MSi, Kadis Lingkungan Hidup, Wawan Setiawan, SHut MT dan KadisPorParBud, Dr H Toto Toharudin,MPd.

Kegiatan yang diikuti oleh para peternak sapi pasundan diikuti Udri Kuwu Cisaat, Risto Kuwi Sukamaju, Didi Kuwu Citenjo, Rahmat Kuwi Ciangir, Rakum Kuwu Bantar Panjang, serta Kapolsek dan Koramil Cibingbin. (agus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »