Politics

Government

Incident

Recent Posts

Satu Lagi Puskesmas Tutup Layanan, Total Sudah 11

Januari 23, 2021 Add Comment

 



KUNINGAN (MASS)- Akibat tenaga kesehatan terpapar virus corona banyak Puskesmas yang harus menutup layanan selama tiga hari. Hal ini pun terjadi dengan Puskesmas Ciniru.

“Iya ditutup karena ada nakes terpapar. Sebelumnya pada Rabu dan Kamis Cijoho dan Maleber,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kuningan dr Hj Susi Lusiyanti MM, Sabtu (23/1/2021) sore.   

Ia merinci total ada 11 Puskesmas di Kuningan pernah ditutup layanan selama tiga hari. Mulai dari Puskesmas Sukmulya hingga sekarang Ciniru.

“Selain menerpakan protokol kesehatan, saya berdoa  mudah-mudahan tidak ada lagi yang terpapar,” sebutnya

Sekadar informasi selain Sukamulya, juga Puskesmas Luragung, Ciawi, Cigandmekar, Garawangi, Cijoho, Luragung, Mandirancan

Untuk sementara waktu, layanan kesehatan warga ditangani oleh Puskesmas terdekat. Kejadian ini harus membuat warga tersadarkan, sehingga selalu menerapkan protokol kesehatan. (agus)

Update Sabtu 23 Januari : Positif Bertambah 121, Sembuh 56, Meninggal 1 orang

Januari 23, 2021 Add Comment

 



KUNINGAN - Meski pemerintah sudah melakukan Pembatasan Pemberlakukan Kegiatan (PPKM) hingga tanggal 25 Januari 2021. Namun, hal itu tidak membuat kasus menurun, justru sebaliknya.

Dari pembaruan data Sabtu (23/1/2021) jumlah kasus terus naik. Bahkan, kenaikan sangat luar biasa, dimana untuk positif naik 121 orang. Sedangkan sembuh 56 orang.

Selain itu juga ada kenaikan kasus dunia sebanyak satu orang, sehingga dengan begini total sudah 88 orang.

 “Update hari ini naik 121 positif. Ada yang meninggal dunia satu orang yang sembuh ada 56 orang. Jumlah yang positif menyebar. Ada nakes dan warga biasa, ”ujar Juru Bicara Crisis Center Kuningan Agus Mauludin SE.

Dengan kenain 121 orang, maka kasus covid-19 yang semula 2.577kini menjadi 2.698 orang. 

Menurut Agus, adapun rinciannya dari 2.577 adalah dikarantina 413 orang. Jumlah meninggal 47 orang (naik satu). Sedangankan untuk sembuh 2.238. 

Terakhir untuk kasus reaktif menjadi 813 naik 2 orang. Rinciannya adalah 96 dikarantina, 33 meninggal dan yang sembuh 684 orang sembuh atau naik 8. 

Untuk kemungkinan kemungkinan atau kemungkinan Covid-19 masih tetap 27 orang dengan rincian 8 meninggal dan 19 sembuh. Sedangkan total yang meninggal 87 orang.

Adapun total kasus covid-19 dari awal Maret 2020-Januari 2021 mencapai 9.969. Dengan rincian 2.181 karantina dan 7.781 sembuh. (agus)

Jalan Alternatif Sempat Macet, Jam 20.21 WIB Jalur Utama Kembali Normal

Januari 22, 2021 Add Comment


 


KUNINGAN (MASS)-  Pasca longsor di Jalan Nasional blok Cipadung Desa Sindangpanji Kecamatan Cikijing Kabupaten Majalengka  Jumat (22/1/2021) jam 17.30 WIB, jalan alternatif macet total.  

Hal ini karena pengendara yang melintas membludak, Adapun  jalan alternatif digunakan  yakni Parung-Karanganyar-Situsari-Gunungsirah -Desa Cipulus- Kecamatan Cikijing.

Banyak warga mengeluh jalan alternatif tidak bisa dilinmtasi. Bahkan, mobil amblunce sempat terjebak.

Sementara petugas BPBD Kuningan bahu membahu dengan warga setempat membersihkan material. Hal ini agar warga tidak  perlu lama menggunakan jalan alternatif.  

Meski  longsor di Jalan Nasional blok Cipadung Desa Sindangpanji Kecamatan Cikijing Kabupaten Majalengka. Namun dampaknya  sangat terasa bagi warga Kuningan karena akses jalan terputus.

Selain itu juga penanganan lebih cepat dilakukan oleh Kuningan karena wilayah longsor berdekatan dengan Kuningan.

“Memang jalan alternatif sempat macet karena  ruas jalannya kecil. Sedangkan kendaraan banyak. Tapi pukul 20.21 WIB jalan utama sudah bisa dilewati,” ujar Camat Darma Eko Yuyud Mahendra, Jumat malam.

 

Sekadar mengingatkan, dalam kejadian ini tidak ada korban. Tebing Tanah longsor menutupi akses Jalan Nasional Kuningan – Cikijing.

 Tebing tanah longsor dengan ukuran P= 5 m x T= 30 m. Akibatnya ruas Jalan Nasional Kuningan – Cikijing tertutup longsor dengan ukuran P= 6 m x L= 7 m x T= 60 cm

Penyebab utama tebing longsor adalah hujan Intensitas lebat dari pukul 16.00 WIB – 19.00 WIB. Lokasi ini merupakan langganan longsor. (agus)

Usai Listrik Nyala Rumah Terbakar, Kerugian Rp91 Juta

Januari 22, 2021 Add Comment



KUNINGAN (MASS) - Musibah bisa datang kapan saja termasuk pasangan Idin Wahidin (42) / Yuyun yang beralamat di Kampung Kliwon RT 03/02 Desa Gresik Kecamatan Ciawigebang.

 

Rumah mereka terbakar pada pukul 18.25 WIB. Awalnya  sekitar pukul 17.30 WIB terjadi mati lampu inai hujan deras sampai dengan pukul 18.00.

 

Sekitar pukul 18.15 WIB. Lampu nyala. Saat lampu menyala itu pemilik rumah beserta keluarga sedang berada diluar rumah, untuk melakukan persiapan shalat magrib.

 

Selang beberapa menit kemudian, terlihat api sudah menyala di rumah Idin /. Kemudian warga bersama-sama menggunakan peralatan seadanya berusaha memadamkan api.

 

Karena situasi hujan deras dan aliran listrik masih menyala, warga yang berinisiatif memutuskan aliran listrik agar kebakaran tidak merambat ke bangunan lainnya.

 

Sekitar pukul 18.25 WIB(15 menit setelah kejadian awal kebakaran) warga setempat atas nama Sopi melaporkan kejadian kebakaran ke kantor UPT Damkar Satpol PP Kuningan (0232) 871113.

 

Kemudian 1 randis damkar dan 5 anggota berangkat menuju TKP, dan tiba di TKP pada pukul 18.40 WIB (20 menit). Dengan dibantu anggota Polsek Ciawigebang, anggota Satpol Pp Kecamatan Ciawigebang, PLN cabang Ciawigebang, aparat pemerintahan desa setempat dan warga akhirnya   api berhasil dipadamkan pada pukul 20.15 WIB ( 1 jam 45 menit).

 

Penyebab kebakaran di duga dari arus pendek listrik ( lampu pecah, kemudian mengenai kasur) dan terjadi kebakaran.

 

“Pemilik rumah sementara tinggal bersama saudara dengan alamat yanh sama dengan TKP kebakaran. Korban kebakaran memerlukan bantuan perbaikan, makanan, pakaian, dan lainnya, ”ujar Kepala UPT Damkar Kuningan Khadafi Mufti.

 

Mengenai kerugian total adalah  Rp91 juta dengan detail bangunan yang terbakar dengan ukuran 54 m2 x Rp1.500.000 / m2 = Rp.81.000.000. Kemudian peralatan rumah tangga dan pakaian Rp + - 10 juta. (agus)

Sebulan, BNN Dampingi Proses Hukum Tiga Kasus Narkoba

Januari 22, 2021 Add Comment

 


 KUNINGAN (MASS) - Melaksanakan amanat UU No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, beberapa fungsi BNN adalah pemberantasan peredaran gelap narkotika dan di dalam seluruh elemen masyarakat yang terlibat. 


Tidak terkecuali dengan Polres yang ada di wilayah daerah masing- masing. Sebagaimana yang dilakukan oleh BNN Kabupaten Kuningan dengan melakukan salah satu tugas yang pemeriksaan Tim Assesmen Terpadu (TAT).

 

Pemeriksaan TAT ini dilakukan di kantor BNN Kabupaten Kuningan pada tanggal 21 Januari 2020. Anggota tim terdiri dari Kepala BNN Kabupaten Kuningan Edi Heryadi, MSi selaku Ketua Tim Asesmen Terpadu.

 

Didampingi oleh tim hukum yaitu Edy Budi Pramono   SAmd dari BNNK Kuningan, Agung Hari Indrayudatama SH MH dari Kejaksaan Negeri Kuningan dan Otong Jubaedi SH MAP dari Polres Kuningan.

 

Sedangkan untuk Tim Medis terdiri dari dr Ade Cindra Rizki Fauzi Mars dan dr Maria.

 

Berdasarkan pemeriksaan dari tim, tersangka merupakan Penyalahgunaan Narkotika Jenis Shabu berinisial BU (27) berprofesi sebagai mahasiswa.

 

Hasil penangkapan dari Satresnarkoba Polres Kuningan ini dengan barang bukti shabu seberat 2,74 gram (brutto). Tim menduga tersangka keterlibatan dengan jaringan narkotika sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut.

 

Sebelumnya, BNNK Kuningan juga telah bekerjasama melakukan pemeriksaan TAT dengan Polres Majalengka terhadap kasus Penyalahgunaan Narkotika Jenis Shabu yaitu 2 orang tersangka hasil penangkapan Satresnarkoba Polres Majalengka.

Berbeda dengan tersangka di Kuningan, 2 tersangka dari polres Majalengka berdasarkan pemeriksaan tersangka tidak terlibat dalam jaringan dan baru tahap eksperimental, maka menjalani rehab sosial di Dinas Sosial. (agus)

Siap-siap, Sabtu Listrik Padam

Januari 22, 2021 Add Comment

 



KUNINGAN (MASS) -  PLN ULP Kuningan berencana melakukan pemadaman listrik. Hal ini  karena tengah melakukan pemeliharaan jaringan dan gardu di beberapa lokasi.

Pemeliharaan rutin dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan pasokan listrik. Adapun pemadaman akan dilakukan pada Sabtu (23/1/2021) mulai Pukul 10 - 13.00 WIB.   

Adapun wilayah yang terdampak adalah  Lebakherang, Citundun, Cilimusari, Patala, Sumberjaya dan sekitarnya.

SPV PLN Kuningan Khaerudin mengatakan, sehubungan dengan kegiatan pemliharaan dan demi keamanan serta keselamatan bersama, listrik di sekitar enam lokasi  itu untuk sementara tidak dapat digunakan.

“Kami mohon maaf dan pengertian atas ketidaknyamananya. Apabila terjadi padam diluar jadwal tersebut, maka telah terjadi gangguan kelistrikan. Mohon segera menghubungi Contact Center PLN 123 atau melalui PLN Mobile,” sebut pria yang kerap dipanggil Akay itu.. (agus)

Lokasi Listrik Padam

Lebakherang, Citundun, Cilimusari, Patala, Sumberjaya dan sekitarnya

Longsor di Cipadung, Jalur Cipasung-Cikijing Tidak Bisa Dilewati

Januari 22, 2021 Add Comment

 



KUNINGAN (MASS) - Hujan deras yang turun sejak Jumat (22/1/2021) sore membuat tebing di Blok Cipadung Kecamatan Cikijing longsor. 

Matrial longsoran menutupi jalan sehingga kendaraan dari Cikijing dan Kuningan tidak bisa melintas.

Kejadian tebing longsor diperkiraan jam 17.30 WIB karena ada Kasi Pemerintahan Kecamatan Darma pada pukul 17.15 WIB masih melintas. 

Akibat tanah longsor arus kendaraan dipindahkan ke Jalur Alternatif yakni Karanganyar-Parung dan Gunung Sirah Kecamatan Darma.

"Alhamdulillah Kasi Pem selamat tidak terjebak karena ia melintas jam 17.15 WIB. Jalur ini memang kerap longsor," ujar Camat Darma Eko Yuyud Mahendra, Jumat malam.

Akibat putus jalur Cikijing-Darma lanjut Eko, maka jalur alternatif yang digunakan cukup padat. 

Hal ini karena luasnya jalan tidak selebar jalan nasional. Pengendara harus waspada karena hujan deras dan medan menanjak.

Terpisah, Kanit Intel Polsek Darma Aas Rusnawan SE membenarkan, jalur longsor dan terjadi menjelang magrib. Saat ini pengendara menggunakan jalur alternatif.

"Jalur Parung-Karanganyar-Situsari-Gunungsirah Kec. Darma tembus ka Desa Cipulus Kec. Cikijing sudah macet," ujar Aas.

Sementara itu, dari kabar, pasca longsor aparat dan juga perangkat desa setempat  langsung  bergerak untuk melakukan upaya. Dari foto-foto dan video yang beredar  materi longsoran cukup besar sehingga menutupi jalan. (agus)