Adero, Mulai Jualan Pinggir Jalan, Resign dari Bank Hingga Miliki Cabang Di Luar Kota

Desember 22, 2020

KUNINGAN (MASS) - Jalan hidup memang dinamis. Banyak hal yang tidak terduga. Kadang pahit, kadang manis. Hal itulah yang diceritakan Ade Rohmat atau yang kerap kali dipanggil Adero pada kuninganmass.com beberapa waktu lalu.

Adero adalah pemilik Korean Street Food yang kini cabangnya sudah ada 4 dan tersebar di wilayah 3 Cirebon. Pria yang tidak lepas dari topi itu juga merupakan pemilik waralaba Rocket Chicken yang ada di Kuningan Kota dan Jalaksana.

Bukan hanya itu, usaha pangkalan gas pun masih ditekuninya. Beberapa projek usaha, juga masih menunggunya untuk beberapa waktu kedepan. Tapi siapa sangka, dibalik usianya yang masih muda dan giatnya usaha saat ini, ternyata tidak terjadi begitu saja dengan mudah.

Adero baru saja resign dari pekerjaannya sebagai mantri di sebuah bank, Oktober tahun ini. Tentu, tidak mudah melepas pekerjaan yang hasil dan gajinya sudah pasti. Apalagi nominal gajih dan bonus, cukup lumayan.

"Saya gak mau, usaha saya terbengkalai karena bekerja," jawabnya saat ditanya alasan resign dari pekerjaan.

Usut punya usut, Adero mengaku bukanlah orang yang sejak dulu terobsesi untuk berwirausaha. Dirinya bahkan mengaku mulai belajar usaha pada tahun 2014 lalu.

"Saya dulunya pekerja, ngawalin usaha 2014. Jualan empek-empek di hari Minggu (CFD). Tentu awal ada rasa malu, tapi terbayar pas ada hasil. Oh ini rasanya dapet uang hasil usaha sendiri," sebutnya.

Selang 3 tahun, usahanya tutup karena beban usaha yang terlalu berat. Apalagi, produksi banyak ditanggung beban oleh sang istri, dan kelelahan.

"Lalu saya berfikir lagi, usaha apa yang gak ngeganggu pekerjaan. Pilihan saya jatuh ke franchise, tapi dengan banyak perhitungan dan pelajari dulu resikonya. Ada sembilan bulan," imbuhnya.

Setelah perhitungan yang matang, dirinya memberanikan diri membuka Franchise Rocket Chicken di Kuningan Kota. Dan menurutnya, itu keputusan yang tepat.

"Setelah 6 bulan buka, akhirnya bisa buka cabang lagi di Jalaksana. Memulai usaha dari franchise juga bagi saya tepat, karena kan belajar segalanya, manajemennya dan banyak hal," tuturnya.

Namun ternyata usaha memang tidak mudah. Adero mengaku diberi cobaan oleh Allah dengan pandemi di awal tahun 2020 ini. Untuk satu bulan, terpaksa usaha franchise dengan total 28 karyawan itu harus tutup.

Meski tutup, dirinya tidak mau pelit operasional. Karyawan harus dapat gajih, juga THR karena menjelang lebaran. Jika dihitung materi, tentu rugi banyak. Tapi Adero yakin, akan selalu ada jalan.

"Dan berawal dari situlah, muncuk KSF (Korean Street Food). Allah ngasih cobaan sekaligus jawaban. Usaha KSF ini jadi jawaban atas masalah usaha saya yang lain. Sekarang KSF sudah ada 4 cabang," imbuhnya. (eki)


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »