Bidan yang Gantung Diri Dikenal Rajin Puasa Senin-Kamis

Desember 22, 2020

KUNINGAN (MASS) - Ibarat ungkapan bagai petir disiang bolong. Begitulah yang dirasakan oleh rekan-rekan sejawat Bidan Herlina yang bertugas di Puskesmas Maleber.

"Awalnya saya tidak percaya. Tadi dapat info sore, sekali lagi saya tidak percaya sebelum liat poto, ga nyangka aja,” ujar Kepala UPT Puskesmas Maleber Ilah Lilahsah SST saat dihubungi kuninganmass.com, Selasa (22/12/2020) malam.

Terkait masalah pekerjaan di kantor, Ilah menjelaskan tidak ada masalah. Korban selama ini dikenal rajin, dan semenjak lahiran ia dinas pagi terus.

“Ngga ada, kerjanya rajin, malahan kalau salat Dhuhur suka bareng. Puasanya rajin. Pokoknya ga nyangka aja,”jelasnya.

Terpisah, Kadinkes Kuningan dr Hj Susi Lusiyanti ikut berduka. Ia mengaku penyebab korban meninggal belum diketahui.

“Kalau masalah kerjaan baik-baik saja, begitu juga di kantor tidak ada masalah,” jelasnya.

Sementara itu, kematian Bidan Herlina yang mempunyai balita berusia enam bulan itu menggegerkan. 

Bukan hanya di TKP rumah orang tua di Desa Sukamukti Kecamatan Jalaksana, tapi juga di Meleber.

Karena keramahannya ia dikenal luas, sehingga tidak ada yang menyangka korban akan senekad itu.

"Innalillahi.Bidan Lina, dulu tetangga saya waktu di Maleber. Pagi hari pukul 07.00 WIB. Saya ketemu di Oleced pas berangkat ke Ciawi tapi tidak saling sapa karena pas ramai. Asli kaget,”sebut Tebe warga Maleber.


Dari info yang kuninganmass.com peroleh, korban pamit ke suaminya akan ke Puskesmas.
Suaminya tidak curiga.

Tapi anehnya meski pamit akan kerja korban malah ke arah Oleced (Desa Manggari). Waktu itu banyak yang menyangkan korban akan membeli BBM ke SPBU, tapi ternyata malah pulang ke Sukamukti. (agus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »