Satu Lagi Puskesmas Tutup Layanan, Total Sudah 11

Januari 23, 2021 Add Comment

 



KUNINGAN (MASS)- Akibat tenaga kesehatan terpapar virus corona banyak Puskesmas yang harus menutup layanan selama tiga hari. Hal ini pun terjadi dengan Puskesmas Ciniru.

“Iya ditutup karena ada nakes terpapar. Sebelumnya pada Rabu dan Kamis Cijoho dan Maleber,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kuningan dr Hj Susi Lusiyanti MM, Sabtu (23/1/2021) sore.   

Ia merinci total ada 11 Puskesmas di Kuningan pernah ditutup layanan selama tiga hari. Mulai dari Puskesmas Sukmulya hingga sekarang Ciniru.

“Selain menerpakan protokol kesehatan, saya berdoa  mudah-mudahan tidak ada lagi yang terpapar,” sebutnya

Sekadar informasi selain Sukamulya, juga Puskesmas Luragung, Ciawi, Cigandmekar, Garawangi, Cijoho, Luragung, Mandirancan

Untuk sementara waktu, layanan kesehatan warga ditangani oleh Puskesmas terdekat. Kejadian ini harus membuat warga tersadarkan, sehingga selalu menerapkan protokol kesehatan. (agus)

Update Sabtu 23 Januari : Positif Bertambah 121, Sembuh 56, Meninggal 1 orang

Januari 23, 2021 Add Comment

 



KUNINGAN - Meski pemerintah sudah melakukan Pembatasan Pemberlakukan Kegiatan (PPKM) hingga tanggal 25 Januari 2021. Namun, hal itu tidak membuat kasus menurun, justru sebaliknya.

Dari pembaruan data Sabtu (23/1/2021) jumlah kasus terus naik. Bahkan, kenaikan sangat luar biasa, dimana untuk positif naik 121 orang. Sedangkan sembuh 56 orang.

Selain itu juga ada kenaikan kasus dunia sebanyak satu orang, sehingga dengan begini total sudah 88 orang.

 “Update hari ini naik 121 positif. Ada yang meninggal dunia satu orang yang sembuh ada 56 orang. Jumlah yang positif menyebar. Ada nakes dan warga biasa, ”ujar Juru Bicara Crisis Center Kuningan Agus Mauludin SE.

Dengan kenain 121 orang, maka kasus covid-19 yang semula 2.577kini menjadi 2.698 orang. 

Menurut Agus, adapun rinciannya dari 2.577 adalah dikarantina 413 orang. Jumlah meninggal 47 orang (naik satu). Sedangankan untuk sembuh 2.238. 

Terakhir untuk kasus reaktif menjadi 813 naik 2 orang. Rinciannya adalah 96 dikarantina, 33 meninggal dan yang sembuh 684 orang sembuh atau naik 8. 

Untuk kemungkinan kemungkinan atau kemungkinan Covid-19 masih tetap 27 orang dengan rincian 8 meninggal dan 19 sembuh. Sedangkan total yang meninggal 87 orang.

Adapun total kasus covid-19 dari awal Maret 2020-Januari 2021 mencapai 9.969. Dengan rincian 2.181 karantina dan 7.781 sembuh. (agus)

Jalan Alternatif Sempat Macet, Jam 20.21 WIB Jalur Utama Kembali Normal

Januari 22, 2021 Add Comment


 


KUNINGAN (MASS)-  Pasca longsor di Jalan Nasional blok Cipadung Desa Sindangpanji Kecamatan Cikijing Kabupaten Majalengka  Jumat (22/1/2021) jam 17.30 WIB, jalan alternatif macet total.  

Hal ini karena pengendara yang melintas membludak, Adapun  jalan alternatif digunakan  yakni Parung-Karanganyar-Situsari-Gunungsirah -Desa Cipulus- Kecamatan Cikijing.

Banyak warga mengeluh jalan alternatif tidak bisa dilinmtasi. Bahkan, mobil amblunce sempat terjebak.

Sementara petugas BPBD Kuningan bahu membahu dengan warga setempat membersihkan material. Hal ini agar warga tidak  perlu lama menggunakan jalan alternatif.  

Meski  longsor di Jalan Nasional blok Cipadung Desa Sindangpanji Kecamatan Cikijing Kabupaten Majalengka. Namun dampaknya  sangat terasa bagi warga Kuningan karena akses jalan terputus.

Selain itu juga penanganan lebih cepat dilakukan oleh Kuningan karena wilayah longsor berdekatan dengan Kuningan.

“Memang jalan alternatif sempat macet karena  ruas jalannya kecil. Sedangkan kendaraan banyak. Tapi pukul 20.21 WIB jalan utama sudah bisa dilewati,” ujar Camat Darma Eko Yuyud Mahendra, Jumat malam.

 

Sekadar mengingatkan, dalam kejadian ini tidak ada korban. Tebing Tanah longsor menutupi akses Jalan Nasional Kuningan – Cikijing.

 Tebing tanah longsor dengan ukuran P= 5 m x T= 30 m. Akibatnya ruas Jalan Nasional Kuningan – Cikijing tertutup longsor dengan ukuran P= 6 m x L= 7 m x T= 60 cm

Penyebab utama tebing longsor adalah hujan Intensitas lebat dari pukul 16.00 WIB – 19.00 WIB. Lokasi ini merupakan langganan longsor. (agus)

Usai Listrik Nyala Rumah Terbakar, Kerugian Rp91 Juta

Januari 22, 2021 Add Comment



KUNINGAN (MASS) - Musibah bisa datang kapan saja termasuk pasangan Idin Wahidin (42) / Yuyun yang beralamat di Kampung Kliwon RT 03/02 Desa Gresik Kecamatan Ciawigebang.

 

Rumah mereka terbakar pada pukul 18.25 WIB. Awalnya  sekitar pukul 17.30 WIB terjadi mati lampu inai hujan deras sampai dengan pukul 18.00.

 

Sekitar pukul 18.15 WIB. Lampu nyala. Saat lampu menyala itu pemilik rumah beserta keluarga sedang berada diluar rumah, untuk melakukan persiapan shalat magrib.

 

Selang beberapa menit kemudian, terlihat api sudah menyala di rumah Idin /. Kemudian warga bersama-sama menggunakan peralatan seadanya berusaha memadamkan api.

 

Karena situasi hujan deras dan aliran listrik masih menyala, warga yang berinisiatif memutuskan aliran listrik agar kebakaran tidak merambat ke bangunan lainnya.

 

Sekitar pukul 18.25 WIB(15 menit setelah kejadian awal kebakaran) warga setempat atas nama Sopi melaporkan kejadian kebakaran ke kantor UPT Damkar Satpol PP Kuningan (0232) 871113.

 

Kemudian 1 randis damkar dan 5 anggota berangkat menuju TKP, dan tiba di TKP pada pukul 18.40 WIB (20 menit). Dengan dibantu anggota Polsek Ciawigebang, anggota Satpol Pp Kecamatan Ciawigebang, PLN cabang Ciawigebang, aparat pemerintahan desa setempat dan warga akhirnya   api berhasil dipadamkan pada pukul 20.15 WIB ( 1 jam 45 menit).

 

Penyebab kebakaran di duga dari arus pendek listrik ( lampu pecah, kemudian mengenai kasur) dan terjadi kebakaran.

 

“Pemilik rumah sementara tinggal bersama saudara dengan alamat yanh sama dengan TKP kebakaran. Korban kebakaran memerlukan bantuan perbaikan, makanan, pakaian, dan lainnya, ”ujar Kepala UPT Damkar Kuningan Khadafi Mufti.

 

Mengenai kerugian total adalah  Rp91 juta dengan detail bangunan yang terbakar dengan ukuran 54 m2 x Rp1.500.000 / m2 = Rp.81.000.000. Kemudian peralatan rumah tangga dan pakaian Rp + - 10 juta. (agus)

Sebulan, BNN Dampingi Proses Hukum Tiga Kasus Narkoba

Januari 22, 2021 Add Comment

 


 KUNINGAN (MASS) - Melaksanakan amanat UU No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, beberapa fungsi BNN adalah pemberantasan peredaran gelap narkotika dan di dalam seluruh elemen masyarakat yang terlibat. 


Tidak terkecuali dengan Polres yang ada di wilayah daerah masing- masing. Sebagaimana yang dilakukan oleh BNN Kabupaten Kuningan dengan melakukan salah satu tugas yang pemeriksaan Tim Assesmen Terpadu (TAT).

 

Pemeriksaan TAT ini dilakukan di kantor BNN Kabupaten Kuningan pada tanggal 21 Januari 2020. Anggota tim terdiri dari Kepala BNN Kabupaten Kuningan Edi Heryadi, MSi selaku Ketua Tim Asesmen Terpadu.

 

Didampingi oleh tim hukum yaitu Edy Budi Pramono   SAmd dari BNNK Kuningan, Agung Hari Indrayudatama SH MH dari Kejaksaan Negeri Kuningan dan Otong Jubaedi SH MAP dari Polres Kuningan.

 

Sedangkan untuk Tim Medis terdiri dari dr Ade Cindra Rizki Fauzi Mars dan dr Maria.

 

Berdasarkan pemeriksaan dari tim, tersangka merupakan Penyalahgunaan Narkotika Jenis Shabu berinisial BU (27) berprofesi sebagai mahasiswa.

 

Hasil penangkapan dari Satresnarkoba Polres Kuningan ini dengan barang bukti shabu seberat 2,74 gram (brutto). Tim menduga tersangka keterlibatan dengan jaringan narkotika sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut.

 

Sebelumnya, BNNK Kuningan juga telah bekerjasama melakukan pemeriksaan TAT dengan Polres Majalengka terhadap kasus Penyalahgunaan Narkotika Jenis Shabu yaitu 2 orang tersangka hasil penangkapan Satresnarkoba Polres Majalengka.

Berbeda dengan tersangka di Kuningan, 2 tersangka dari polres Majalengka berdasarkan pemeriksaan tersangka tidak terlibat dalam jaringan dan baru tahap eksperimental, maka menjalani rehab sosial di Dinas Sosial. (agus)

Siap-siap, Sabtu Listrik Padam

Januari 22, 2021 Add Comment

 



KUNINGAN (MASS) -  PLN ULP Kuningan berencana melakukan pemadaman listrik. Hal ini  karena tengah melakukan pemeliharaan jaringan dan gardu di beberapa lokasi.

Pemeliharaan rutin dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan pasokan listrik. Adapun pemadaman akan dilakukan pada Sabtu (23/1/2021) mulai Pukul 10 - 13.00 WIB.   

Adapun wilayah yang terdampak adalah  Lebakherang, Citundun, Cilimusari, Patala, Sumberjaya dan sekitarnya.

SPV PLN Kuningan Khaerudin mengatakan, sehubungan dengan kegiatan pemliharaan dan demi keamanan serta keselamatan bersama, listrik di sekitar enam lokasi  itu untuk sementara tidak dapat digunakan.

“Kami mohon maaf dan pengertian atas ketidaknyamananya. Apabila terjadi padam diluar jadwal tersebut, maka telah terjadi gangguan kelistrikan. Mohon segera menghubungi Contact Center PLN 123 atau melalui PLN Mobile,” sebut pria yang kerap dipanggil Akay itu.. (agus)

Lokasi Listrik Padam

Lebakherang, Citundun, Cilimusari, Patala, Sumberjaya dan sekitarnya

Longsor di Cipadung, Jalur Cipasung-Cikijing Tidak Bisa Dilewati

Januari 22, 2021 Add Comment

 



KUNINGAN (MASS) - Hujan deras yang turun sejak Jumat (22/1/2021) sore membuat tebing di Blok Cipadung Kecamatan Cikijing longsor. 

Matrial longsoran menutupi jalan sehingga kendaraan dari Cikijing dan Kuningan tidak bisa melintas.

Kejadian tebing longsor diperkiraan jam 17.30 WIB karena ada Kasi Pemerintahan Kecamatan Darma pada pukul 17.15 WIB masih melintas. 

Akibat tanah longsor arus kendaraan dipindahkan ke Jalur Alternatif yakni Karanganyar-Parung dan Gunung Sirah Kecamatan Darma.

"Alhamdulillah Kasi Pem selamat tidak terjebak karena ia melintas jam 17.15 WIB. Jalur ini memang kerap longsor," ujar Camat Darma Eko Yuyud Mahendra, Jumat malam.

Akibat putus jalur Cikijing-Darma lanjut Eko, maka jalur alternatif yang digunakan cukup padat. 

Hal ini karena luasnya jalan tidak selebar jalan nasional. Pengendara harus waspada karena hujan deras dan medan menanjak.

Terpisah, Kanit Intel Polsek Darma Aas Rusnawan SE membenarkan, jalur longsor dan terjadi menjelang magrib. Saat ini pengendara menggunakan jalur alternatif.

"Jalur Parung-Karanganyar-Situsari-Gunungsirah Kec. Darma tembus ka Desa Cipulus Kec. Cikijing sudah macet," ujar Aas.

Sementara itu, dari kabar, pasca longsor aparat dan juga perangkat desa setempat  langsung  bergerak untuk melakukan upaya. Dari foto-foto dan video yang beredar  materi longsoran cukup besar sehingga menutupi jalan. (agus)  

Update Jumat 22 Januari: Positif Bertambah 16, Meninggal dan Sembuh Naik 1 Orang

Januari 22, 2021 Add Comment



KUNINGAN (MASS) - Bukan hanya positif yang terus naik, meninggal pun hampir tiap hari. Per hari ini naik satu orang sehingga total sudah 87 orang. 

Jumlah 87 tentu sangat besar untuk ukuran Kabupaten Kuningan. Hal ini harus diperhatikan oleh semua pihak karena jangan sampai kasus kematian terus bertambah.

“Update hari ini naik 16 positif. Ada yang meningal dunia dua orang sehingga menjadi 87 orang, ”ujar Juru Bicara Crisis Center Kuningan Agus Mauludin SE.

Dengan kenain 16 orang, maka kasus covid-19 yang semula 2.561 kini menjadi 2.577 orang. 

Rinciannya dari 2.577 adalah dikarantina 335 orang. Jumlah meninggal 46 orang (naik satu). Sedangankan untuk sembuh 2.181. 

Terakhir untuk kasus reaktif menjadi 811 naik 1 orang. Rinciannya adalah 109 dikarantina, 33 meninggal dan yang sembuh 669 orang sembuh atau naik 8. 

Untuk kasus kemungkinan atau kemungkinan Covid-19 masih tetap 27 orang dengan rincian 8 meninggal dan 19 sembuh. Sedangkan total yang meninggal 87 orang.

Adapun total kasus covid-19 dari awal Maret 2020-Januari 2021 mencapai 9.838. Dengan rincian 2.131 karantina dan 7.707 sembuh. (agus)

Tenjolayar, Objek Wisata Baru di Kuningan

Januari 21, 2021 Add Comment

 



JALAKSANA (MASS)- Wabup Kuninggan HM Ridho Suganda SH MSi, menghadiri Pembukaan dan Soft Opening Objek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) Tenjolayar di Desa Sangkanerang, Kecamatan Jalaksana, Rabu (21/1/2021).

Acara ini diprakarsai oleh Karang Taruna Ciremai Muda Desa Sangkanerang. Turut dihadiri Kadis Porapar Kuningan Dr H Toto Toharudin MPd, Camat Jalaksana Toni Kusumanto, AP MSi.

Perwakilan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Para Kepala Desa se-Kecamatan Jalaksana. Acara tersebut dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Ketua Karang Taruna Ciremai Muda Desa Ivan Sofyan mengemukakan, ODTWA Tenjolayar mulai dibangun pada tahun 2017 dengan menggunakan dana hasil swadaya masyarakat dan bantuan pemerintah desa.

Karena saat itu, sambungnya, belum ada aturan tentang penggunaan Dana Desa yang bisa masuk dalam pembangunan yang bekerjasama dengan TNGC.

Ivan berharap, dengan dibangunnya ODTWA Tenjolayar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Sangkanerang terutama dalam hal peningkatan ekonomi.

“Semoga dengan dibangunnya ODTWA Tenjolayar ini dapat menjadi multiplier effect pada masyarakat terutama dalam hal peningkatan ekonomi,” tandasnya.

Selanjutnya, dalam kesempatan tersebut, Kades Sangkanerang Sarman SE mengatakan, salah satu kendala menuju ODTWA Tenjolayar adalah akses jalan yang kurang representatif, terutama akses jalan desa yang banyak berlubang.

Untuk itu ia meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat membantu memperbaiki infrastruktur jalan dan fasilitas penunjang lainnya untuk pengembangan ODTWA Tenjolayar.

“Saya berharap dengan hadirnya Pak Wabup ke sini dapat membantu merealisasikan berbagai infrastruktur penunjangnya, terutama akses jalan yang kurang nyaman karena banyak berlubang,” sebutnya.

Karena jika akses jalannya bagus, ia yakin ODTWA Tenjolayar ini akan banyak dikunjungi wisatawan dari luar Kuningan.

Sementara, Wabup Edo HM Ridho Suganda, menyampaikan apresiasi kepada Karang Taruna Ciremai Muda yang telah mendedikasikan diri dengan menciptakan kawasan wisata dengan membangun ODTWA Tenjolayar.

Wabup juga turut mengapresiasi Pemdes Sangkanerang atas dukungan penuh terhadap berbagai program yang dilakukan Karang Taruna Ciremai Muda.

“Dengan dukungan penuh pemerintah desa, akhirnya Karang Taruna Ciremai Muda mampu berinovasi dengan menciptakan kawasan wisata. Ini menunjukan adanya sinergitas antara Karang Taruna dan pemerintah desa. Hal ini sejalan dengan fungsinya bahwa Karang Taruna harus menjadi mitra bagi pemerintahan desa,” ucap Wabup.

Selanjutnya Wabup Edo mengemukakan, dengan dibangunnya ODTWA Tenjolayar di kawasan TNGC oleh Karang Taruna Ciremai Muda, telah membuktikan bahwa TNGC memberikan peluang kepada masyarakat.

Tentu  dalam mengelola kawasan hutan, dengan tujuan merawat lingkungan tetap lestari dengan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Ternyata membangun wisata di kawasn TNGC itu bisa, ini telah dibuktikan oleh Karang Taruna Ciremai Muda dengan membangun ODTWA Tenjolayar,” ujarnya.

Hal ini membuktikan bahwa TNGC memberikan peluang kepada masyarakat dalam mengelola hutan namun dengan tujuan untuk kelestarian lingkungan kawasan hutan yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat terutama dalam peningkatan ekonomi,” tuturnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya Wabup berpesan, Karang Taruna Ciremai Muda dapat berjalan mandiri dan menjadi pelopor pembangunan di desa dengan memberikan berbagai program yang inovatif dan solutif.

Sehingga keberadaannya mampu menyejahterakan masyarakat serta membawa Desa Sangkanerang menjadi desa yang unggul dan mandiri.

“Karang Taruna sebagai organisasi yang mewadahi para pemuda dapat terus berinovasi serta menjadi mitra pemerintah dalam membangun desa, terutama dalam hal pengentasan permasalahan sosial dimasyarakat sebagaimana fungsi Karang Taruna itu sendiri,” ujar Wabup Edo mengkahiri. (agus)

Pengabdian Mahasiswa UPI Beres, Bupati Berharharap Bisa Bantu Pembangunan Kuningan

Januari 21, 2021 Add Comment

 




KUNINGAN (MASS)- Bupati Kuningan H. Acep Purnama  SH MH. hadiri acara Penutupan Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (P2M)  yang dilaksanakan oleh Fosmaku  UPI (Forum Mahasiswa Kuningan Universitas Pendidikan Indonesia ).

Adapun  tema yang diangkat adalah  “Ngariung Ngawangun Masyarakat Desa Sukamukti nu Cageur, Bageur tur Pinter di Era Pandemi " periode 2020-2021 di Aula Desa Sukamukti Kecamatan Cipicung, Kamis (21/01/2021).

Mengabdikan diri kepada Desa merupakan sebuah anugerah karena memiliki keinginan serta semangat  untuk membantu Pemerintah Desa mengeksplor potensi desanya masing-masing, serta diterima dengan baik oleh Pemerintah Desa  termasuk pada bidang pendidikan, pertanian, dan kesehatan.

Dalam kesempatan ini  Bupati Acep   menyampaikan  bahwa, P2M adalah kewajiban  yang harus dilaksanakan karena  merupakan  pengamalan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi .

Dikatakan, selamat kepada Fosmaku yang telah melaksanakan sebuah kewajiban guna memenuhi sebuah persyaratan akademik, dalam menyelesaikan gelar sarjana.

Terimakasih untuk kebijakan  UPI yang telah mengembalikan mahasiswa untuk melaksanakan KKN di daerahnya masing-masing.

“Ini merupakan suatu kebijakan yang strategis, adapun dipilihnya desa ini untuk memotivasi pada kedua belah pihak. “ ujar Bupati.

Ia juga berharap dengan pengabdian masyarakat dapat memberikan  banyak pelajar baru sehingga dapat menyesuaikan disiplin ilmu yang di peroleh pada saat kuliah, kemudian dipraktekan langsung dalam kehidupan sehari hari.

“Untuk  adik-adik mahasiswa jadilah mahasiswa yang baik dan sesuai pada tugas pokok dan fungsinya terutama dalam menuntut ilmu,” tambahnya.

Dikatakan, amalkan dan manfaatkan ilmu untuk kepentingan bersama, maka dari itu jaga nama baik pribadi, almamater dan daerahnya, serta pemda menungu setelah nanti menjadi sarjana untuk membantu pembangunan yang ada di Kabupaten Kuningan.

Sementara Ketua Pelaksana Teddy Satriyadi mengucapkan terima kasih karena berkat dukungan warga Desa Sukamukti kegiatan P2M dapat berjalan dengan lancar.

Ia juga berharap dengan adanya kegiatan P2M ini dapat memberikan pengaruh yang positif bagi masyarakat setempat, dan sekali lagi saya berterimakasih banyak kepada masyarakat Desa Sukamukti

Diterangkan, kegiatan tersebut untuk hari pertama yaitu ramah tamah. Kemudian dilanjutkan acara pembukaan dan sosialisasi kepada warga setempat.

Selanjutnya  hari kedua Parenting yang bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak. Lalu, Demo Masak dan Perlombaan tradisional untuk anak.

“Hari ke tiga ada acara pengobatan gratis yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan “ ujarnya.(agus)

 

Waspada Isu Hoaks Covid-19 yang Tersebar Pada Berbagai Platform!

Januari 21, 2021 Add Comment

 



KUNINGAN (MASS) 0 Terhitung hingga tanggal 21 Januari 2021, tim AIS Ditjen Aptika Kemenkominfo telah mendeteksi total 81 isu hoaks terkait Covid-19 yang tersebar pada berbagai platform.

Hoaks terkait Covid-19 biasanya menyasar pada sebaran, penyebab, penularan, penanganan, lockdown, obat, dan dampak.

Mesin Pengais Konten Negatif (AIS) adalah mesin crawling otomatis yang terletak di ruang Cyber Drone 9 Lantai 8 Gedung Kominfo.

Mesin yang sudah dioperasikan sejak tanggal 3 Januari 2018 ini dioperasikan oleh tim yang terdiri dari 106 orang yang bekerja maksimal 24 jam non stop dengan sistem 3 shift.

Sebagai sistem pemantauan proaktif untuk penanganan konten internet bermuatan negatif, Mesin AIS bekerja dengan cara mengais (crawling) dan mengklasifikasi (jutaan) tautan yang terdeteksi mengandung konten negatif.

 Hasil pemantauan akan ditindaklanjuti dengan penanganan berupa pemblokiran akses, penonaktifan konten, serta diteruskan ke instansi terkait.

Kepala Seksi Pemblokiran Konten Internet Ilegal Kominfo, Taruli, menjelaskan Tim AIS bekerja selama 24 jam dan terbagi atas tiga shift per harinya.

Tugas pokok dari Tim AIS  mulai dari penerimaan dan pengelolaan laporan Aduan Konten dari masyarakat dan instansi; pemblokiran konten internet negatif; serta pembatasan akses internet dan media sosial. 

 "Tim AIS juga menghasilkan laporan harian isu trending media sosial; analisa isu populer; dan analisa tagar," tuturnya.

Selain itu Tim AIS juga bekerja untuk melakukan profiling, patroli siber, dan membuat laporan isu hoaks.

"Kami juga melakukan verifikasi akun sosial media instansi atau K/L; analisa e-Commerce atau perdagangan online serta penanganan khusus konten terorisme/radikalisme  Tambah Taruli.

Selain itu ada tujuh upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi berita atau isu hoaks yang semakin meningkat di masa pandemi Covid-19.

Penanganan hoaks tidak hanya harus menyoal pemblokiran, tapi lebih penting lagi untuk jangka panjang ialah bagaimana menyiapkan SDM Indonesia agar memiliki imun terhadap hoaks.

Untuk itu ada beberapa upaya menyiapkan setidaknya ada tujuh upaya mengatasi hoaks terkait Covid-19, yaitu:

1.Hati-hati dengan berita provokatif dan sensasional (jika ada berita yang membuat kita marah, kita harus curiga);

2.Cermati sumber berita, apakah situsnya terpercaya;

3.Periksa faktanya, apakah beritanya berimbang atau apakah hanya berasal dari 1 sumber saja (semakin banyak sumber maka akan semakin besar kemungkinan berita tersebut dapat dipercaya);

4.Cek keaslian foto/video (cek pada Google Images);

5.Ikuti akun-akun/forum terkait aktivitas cek fakta, hoaks buster, dan gunakan aplikasi terkait layanan informasi resmi dari pemerintah terkait Covid-19 (Covid19.go.id, Covid19.bnpb.go.id, aplikasi PeduliLindungi, serta akun resmi Kemenkes dan Kominfo);

6.Sabar dan terbuka; dan

7.Kurangi asupan informasi yang meragukan, selalu optimis dan lakukan hal produktif.

Dalam internet khususnya pada media sosial, telah dibentuk suatu algoritma yang akan secara otomatis mengelompokkan kita berdasarkan kesukaan atau kesamaan.

Contoh jika kita sering membaca suatu berita hoaks disuatu platform media sosial, maka yang akan ditampilkan dalam lini masa kita pasti berita-berita terkait hal tersebut. Fenomena ini biasa disebut dengan fenomena echo chambers.

mengenai fitur sharing yang ada pada platform media sosial (pesan singkat). Sebelum melakukan sharing harus memenuhi empat aspek/poin agar terhindar dari berita hoaks, yaitu:

1.Cek kebenaran berita;

2Manfaat (apa berita tersebut bermanfaat);

3.Penting (apa berita tersebut penting untuk diketahui orang lain); dan

4.Mendesak (apa berita tersebut mendesak sehingga harus dibagikan ke orang lain).

Jika sudah mewakili empat aspek/poin tersebut silahkan untuk dibagikan. Namun jika hanya memenuhi sebagian sebaiknya tidak dibagikan dan cukup berhenti dikita saja.

Perlu diketahui rata-rata penduduk di Indonesia menghabiskan waktu 8,5 jam/hari untuk mengakses internet, dan meningkat 20-40% di masa physical distancing.

Peningkatan pemakaian internet tersebut membuat potensi masyarakat mengkonsumsi berita-berita hoaks meningkat.

Kita sebagai  warganet untuk terus membantu kampanye pencegahan Covid-19, yaitu dirumah saja, dilarang berkerumun, dilarang berdekatan, cuci tangan pakai sabun, isolasi mandiri dengan menggunakan telemedicine, tidak mudik, dan tidak piknik.(agus)

Update Kamis 21 Januari: Positif Naik 11, Meninggal Bertambah 2

Januari 21, 2021 Add Comment



KUNINGAN (MASS) - Kenaikan kasus covid-19 terus meningkat tajam. Untuk Update Kamis (21/1/2021) kasus naik 11 orang.

Sementara itu jumlah yang meninggal dunia ada orang. Sedangkan hanya dua orang.

“Update hari ini naik 11 positif. Ada yang meningal dunia dua orang sehingga menjadi 86 orang, ”ujar Juru Bicara Crisis Center Kuningan Agus Mauludin SE.

Dengan begini maka, kasus covid-19 yang semula 2.550 kini menjadi 2.561 orang. 

Rinciannya dari 2.561 adalah dikarantina 335 orang. Jumlah meninggal 45 orang (naik dua). Sedangankan untuk sembuh 2.181. 

Terakhir untuk kasus reaktif menjadi 810 naik 10 orang. Rinciannya adalah 116 dikarantina, 33 meninggal dan yang sembuh 661 orang. 

Untuk kasus kemungkinan atau kemungkinan Covid-19 masih tetap 27 orang dengan rincian 8 meninggal dan 19 sembuh. Sedangkan total yang meninggal 86 orang.

Adapun total kasus covid-19 dari awal Maret 2020-Januari 2021 mencapai 9.371. Dengan rincian 1.678 karantina dan 7.693 sembuh. (agus)

CBR Berangkat Kirimkan Donasi Untuk Bencana di Sumedang

Januari 21, 2021 Add Comment


KUNINGAN (MASS) - Camp Bebas Riba (CBR) Kuningan bersama CBR se-Suciayumajakuning berangkat mengirimkan donasi untuk bencana yang terjadi di Sumedang. 

Hal itu disampaikan salah satu anggotanya, Rendi pada kuninganmass.com Kamis (21/1/2021) siang. 


Pada beberapa hari sebelumnya, Minggu (17/1/2021),CBR sempat menggalang donasi untuk banjir Sumedang dan gempa yang terjadi di Sulawesi Barat. 

"Penggalangan Bantuan CBR Peduli Bencana, dilaksanakan terpusat di Bunderan Cijoho kota Kuningan," sebutnya. 

Kala itu, di hari pertama saja sudah terkumpul sekitar Rp1.324.000,- dan melanjutkan penggalangan pada hari berikutnya ke intansi pemerintah serta pada para pengusaha di Kuningan. 

CBR Berangkat Kirimkan Donasi Untuk Bencana di Sumedang


"Kami sendiri hanya menggalang dana, sampai dengan senin malam," jelasnya. 

Adapun bantuan yang terkumpul, memang dikolektifkan denhan CBR DPW Suciayumajakuning meliputi Sumedang, Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan. (eki)

Tahun Ini, Mahasiswa UI Sosialisasikan Kampusnya Secara Daring

Januari 21, 2021 Add Comment

 


KUNINGAN (MASS) - Mahasiswa kampus UI asal Kuningan yang tergabung dalam Kemuning UI kembali menggelar kegiatan untuk mensosialisasikan kampusnya di Kuningan. 

Kegiatan yang bertajuk Kemuning UI Goes To Kuningan (KGTK) tersebut, memang digelar rutin setiap tahunnya. Kegiatan bertujuan untuk memberikan informasi pada siswa-siswi di Kuningan, tentang jalur masuk, biaya kuliah, jurusan yang ada di UI, kegiatan di UI, hingga simulasi masuk kampus. 

Salah satu pengurus Kemuning Deni Fazri menyebut kegiatan kali ini berbeda dsri tahun sebelumnya. Tentu saja, hal itu sangat erat terkait dengan masih tingginya kasus pandemi di Indonesia. 

"Khususnya di Kuningan sendiri terus meningkat, akhirnya seluruh pelaksanaan KGTK pun diadakan dengan sistem daring," sebutnya beberapa waktu lalu. 

Tapi dirinya menjamin, meski digelar secara online tidak akan mengurangi esensi dari kegiatan. Apalagi, dalam praktiknya dihelat beberapa acara seperti roadshow, webinar, try out dan lomba Tik-tok. (eki) 

Jadwal kegiatan KGTK 2021 sebagai berikut :

●Roadshow online : 18-29 januari 2021

●Lomba membuat video Tiktok : 18-29 januari 2021

●Webinar : 30 januari 2021 pukul 13.00 WIB

●TO online 31 januari 2021

Tautan Pendaftaran

●Tautan pendafatran Webinar dan TO (Rp.15.000) : http://bit.ly/formulirkgtk21

●Tautan pendaftaran lomba : bit.ly/LombaTiktokKGTK21

Info selengkapnya di ig @kgtk2021

Satu Perumahan Dibuat Geger, Ada Pemuda Usai Nongkrong Ngantar Kakek-kakek Naik Motor, Sadar-sadar Sudah Ada di Makam

Januari 21, 2021 Add Comment

 


KUNINGAN (MASS) – Warga Perum Korpri Cigintung  Kecamatan Kuningan dibuat heboh. Pasalnya, ada kejadian yang tidak masuk akal.

Hal itu,  karena motor milik Eli Warga Desa Bojong tiba-tiba ada di sungai dekat makam Cigintung. Padahal untuk menuju ke lokasi itu tidak ada jalan motor.

Eli sendiri tengah berkunjung ke teman karibanya Yoga di Blok C pada Rabu (20/1/2021) malam. Pemuda lajang itu,  nongkrong bersama  empat orang lainnya di salah satu saung.

Pada pukul 23.00 WIB Eli pamit dan yang lainnya pun bubar. Ketika akan naik motor tiba-tiba di jalan tidak jauh dari lokasi nongkrong ada kakek-kakek.

Eli sempat kaget dan bertanya kepada kakek tersebut. Mau kemana? Kakek itu menunjukan ke arah utara. Karena satu tujuaan ke arah Bojong, Eli mengajaknya untuk naik motor.

Singkat cerita sepanjang jalan kakek itu tidak banyak bicara. Namun, tiba-tiba menepuk paha Eli dan motornya pun langsung berhenti.

Si kakek menghilang entah kemana. Eli sendiri berhenti di sebuah lokasi yang terlihat seperti ada pameran dan ada pertunjukan wayang.

Ia pun menonton dulu pergelaran wayang hingga larut malam. Karena melihat bentuk wayangnya bagus ia mendekat dan memegangnya.

Tapi, ketika dipegang berubah menjadi batu nisan makam . Ia kaget bukan kepalang karena berada di blok makam dan ia baru sadar.

Eli pun berlari kencang karena ketakutan. Ia sempat ke kesasar ke arah selatan Blok Lombang Cigintung atau ke arah hutannya.

Ia pun balik arah lagi dan disepanjang jalan bertemu dengan dua sosok perempuan berwajah merah. Ternyata jalan ia pilih benar dan tiba di blok C.

Dengan napas terengah-engah ia pun langsung berlari ke rumah Yoga. Ia menggendor pintu dan teriak-teriak. Padahal pada saat itu jam sudah menunjukan pukul 01.30 WIB.

Ikin, ayah Yoga marah ketika ada orang bertamu malam-malam. Apalagi orangnya terlihat seperti linglung dengan baju kotor.

Ia mengaku, habis dikejar-kejar kuntilanak. Ikin tidak lantas percaya karena menduga Eli tengah mabuk, apalagi ia sekilas mencium bau alkohol.

Yoga, anak Ikin akhirnya bangun dan bertanya ke Eli. Apa yang terjadi dan kemana motor yang dibawa Eli.

Eli mengatakan, motor ada di parit dan minta tolong dibantu. Ikin, Yoga dan Eli pun bergegas ke lokasi.

Ikin kaget bukan kepalang karena motor ada di blok makam dan di sungai yang penuh batu. Karena tidak memungkinkan diangkut akhrinya disepakati pagi diangkut.

Karena masih tidak percaya dan curiga terhadap Eli, Ikin menyuruh ia pulang. Ternyata pada saat pulang jalan kaki oleh Security Perum Jananuraga (dekat Perum Cigintung) yang bernama  Pandu, Eli ditanya.

Kepada Pandu Eli mengaku, bahwa motornya ada di makam Cigintung. Pandu yan merupakan warga Cigintung membawa ke pos dan menyuruh Eli beristirahat di pos dan berjanji pagi hari motor diangkut.

Setelah pagi Pandu membawa Eli ke rumah Ikin dan bertanya terkait Eli. Ikin membenarkan bahwa pemuda itu datang pada dini hari dan ngaku di kejar-kejar kunti.

Namun, pada saat cerita yang kedua ia mengaku ketemu sama kakek-kakek dan sadar-sadar di makam.

“Saya baru percaya kalau dia tidak bohong karena memang bukti semalam motor di jurang dan juga diperkuat dengan pengakuan yang sama ketiap orang,” jelas Ikin.

Akhirnya Kamis pukul 08.00 WIB motor diangkut oleh Pandu. Karena merupakan jalan setapak maka motor digotong hingga blok C.

Eli pun pulang ke rumah dengan perasaan masing bingung dengan kejadian semalam. Begitu juga warga Cigintung.

Kuninganmass.com sendiri mendapat informasi dari warga Blok C yakni Sudarsono. Mantan Kabid di Satpol PP Kuningan itu bercerita pada Rabu malam sekitar jam 12-an, ia melihat motor matik warna kuning berkeliling di blok C.

Kemudian  melintas beberapa kali di  depan rumahnya. Ia tidak curiga dan menyangka pemuda yang sering nongkrong di rumah Ikin.

“Memang knalpotnya bising, dan setelah itu tidak terdengar lagi,” ujar Ono.

Pengakuan Ono ini dibenarkan oleh Adi, Cece, Yoga. Warga Blok C ini mendengar motor knalpot bising mondar mandor.

“Saya lagi nonton TV, mendegar motor tersebut bolak-balik,” jelas Adi.

Dengan kejadian ini warga dibuat ketakutan. Terlebih pada tahun 2009 ada pengakuan warga yang ingin membeli Mie Tek-tek ternyata begitu mengambil piring ke dalam rumah tukang jualan menghilang. (agus)