Update Kamis 24 Desember: Positif Bertambah 105 Orang

Desember 24, 2020 Add Comment

 



KUNINGAN (MAS) – Ketika Update kasus covid-19 untuk Rabu (23/12/2020) hanya naik satu oran, maka untuk update Kamis (24/12/2020) naiknya 105 orang.

 

Mengangetkan dan tentu membuat semua pirhatin, terlebih penyebaran virus sudah transmisi lokal, bukan lagi dari pendatang yang ditulurkan ke warga Kuningan.

 

"Naiknya lumayan banyak. Ini menghawatiran,” ujar Juru Bicara Crisis Center Kuningan Agus Mauludin SE yang diamini Kalak BPBD Kuningan Indra Bayu.

 

Agus yang antan Kalak BPBD Itu menerangkan dengan kasus naik 105 orang, maka, kasus positif covid-19 semula 1.786 orang menjadi 1.891 orang.

http://www.kuninganmas.com/2020/12/update-rabu-23-desember-positif-naik-1.html

 

“Peningkatan mungkin saja dari perantau tapi sekarang sudah transmisi lokal,” ujarnya.

 

Ia merinci ke 105 orang itu tersebar di Kecamatan Maleber, Garawangi, Kramatmulya, Ciawigebang, Karancana, Kuningan, Ciwaru.

 

Kemudian, Lebakwangi, Cigandamekar, Darma, Pancalang, Cipicung, Maleber, Kalimanggis, Kadugede, Luragung, Sindangagung, Mandirancan, Jalaksana, Pasawahan, Cidahu,

 

Sementara itu, rinciannya 1..891 adalah dikarantina 330 orang. Jumlah meninggal 25 orang (tidak ada kenaikan). Sedangankan untuk yang sembuh  tetap 1.471.

 

Terakhir untuk kasus reaktif menjadi 604 orang (naik). Adapun rinciannya adalah 95 dikarantina, 27 meninggal meninggal dan yang sembuh 482 orang (naik 1 orang).

 

Untuk kasus probbable atau kemungkinan covid-19 masih tetap 25 orang dengan rincian 6 meninggal dan 19 sembuh.

 

Adapun total kasus covid-19 dari awal Maret-Desember 2020 mencapai 6.701. Dengan rincian 1.161 karantina dan 5.540 sembuh.(agus)

Peringati Hari Ibu, BPKK PKS Kuningan Berbagi Makanan Sehat

Desember 24, 2020 Add Comment

 


KUNINGAN (MASS) – Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Kuningan atau yang disingkat BPKK PKS Kuningan mengadakan kegiatan bakti sosial berbagi makanan sehat di 15 kecamatan di Kabupaten Kuningan, Rabu (23/12/2020).

Kegiatan baksos ini dalam rangka bentuk khidmat dan peduli PKS Kuningan terhadap ibu-ibu yang telah berjuang agar keluarganya tetap sehat di masa pandemi covid saat ini. Ibu-ibu sangat senang menerima bantuan ini karena sangat membantu untuk meringankan beban keluarga.

Kegiatan baksos dilaksanakan secara serempak di 15 kecamatan se Kabupaten Kuningan. Meliputi Kecamatan Kuningan, Cigugur, Jalaksana, Cilimus, Pancalang,  Cidahu, Kalimanggis, Ciawigebang, Cipicung, Lebakwangi, Maleber, Karangkancana, Cimahi, Luragung, dan Kadugede.  

Ketua Bidang Perempuan & Ketahanan Keluarga (BPKK) PKS Kuningan, Rum Esti menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dalam rangka memaknai hari Ibu Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Desember.

Diterangkan, 22-Desember- 1928 terjadi kongres wanita pertama karena semangat para perempuan untuk memperjuangkan kebangsaan. Dan saat ini maka perlu mengingatkan semangat para perempuan untuk mengokohkan kesehatan keluarga, karena keluarga yang kuat adalah pilar negsra yang kuat.

“Dimasa pandemi saat ini kita melihat ibu-ibu sudah berjuang untuk keluarganya agar tetap sehat dengan kondisi perekonomian yang mengalami penurunan, terjaga dari virus covid-19, dan juga peran ibu yang akhirnya bukan hanya sebagai ibu, tetapi juga guru bagi anak-anaknya karena sekolahnya daring. sehingga di momentum hari Ibu ini BPKK PKS Kuningan mengapresiasi ibu-ibu dengan berbagi nutrisi sehat untuk Ibu,” ucapnya.

Kegiatan ini diapreasiasi oleh ketua DPD PKS Kuningan,  Agus Budiman. Ia mengatakan, dimasa pandemi saat ini semua harus berterima kasih kepada ibu yang telah mengingatkan dan menjaga semua agar terhindar dari covid-19.

Ibu, lanjutnya, adalah makhluk yang Allah ciptakan dengan segenap kasih sayang, ketulusan hati, cinta suci nan agung, kesabaran, pengorbanan, kelembutan dan kehangatan terhadap anak-anaknya.

“Beliau selalu berupaya mendahulukan anaknya daripada dirinya, terus memberi dan mencintai tanpa mengharap balasan dari anak-anaknya. Ibu selalu menghargai apa yang anak-anaknya berikan walaupun sepele, secuil, bahkan tak bernilai,” ungkap Agus. (deden)

Diet? Coba Nayasa Slim Capsule

Desember 24, 2020 Add Comment

 




KUNINGAN (MASSA) - Bagi sebagian orang, tubuh ideal menjadi pujaan. Beberapa, bahkan akan melakukan apapun untuk menjaga tubuhnya termasuk diet. 


Karena itu, Dina memberikan sebuah produk yang akan membantu membentuk tubub yang ideal. Produk yang diterimanya adalah Nayasa Slim Capsule. 


"Diet dengan Nayasa Slim Capsule adalah salah satu cara praktis untuk mendapatkan berat badan ideal. Pola makan yang sembarangan serta kebiasaan hidup tidak sehat menjadi penyebab umum badan tidak ideal," jelasnya pada kuninganmass.com beberapa waktu lalu. 


Untuk tubuh proporsional, Dina menjelaskan setiap orang perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Sayuran, buah-buahan, protein, vitamin, serta karbohidrat yang 

masuk ke tubuh seharusnya dalam jumlah seimbang dan tidak berlebihan. Kebiasaan tidak sehat seperti merokok dan minum minuman beralkohol pun alangkah dijaga ketat.


"Agar berat badan lebih cepat turun, Anda bisa mengonsumsi suplemen diet herbal yang berkualitas dan terbukti aman. Rekomendasi produk herbal yang sebaiknya dipilih adalah Nayasa Slim Capsule. Diet dengan Nayasa Slim Capsule sangat mudah, praktis, dan 

memberikan hasil sesuai harapan yakni tubuh langsing nan sehat, pesannya. 


Dijelaskan, Kapsul Nayasa Ramping terbuat dari ekstrak herbal alami. Nayasa adalah kapsul pelangsing yang tersusun atas bahan-bahan alami. Tanaman 

herbal yang digunakan antara lain rimpang bangle (Zingiber Purpurei Rhizoma), daun jati Belanda (Guazuma Ulmifolia folium), serta daun teh hijau (Camellia sinensia folium). 


Ketiga bahan herbal yang berlaku diatas, berkhasiat melunturkan lemak tubuh dengan efektif dan sangat sehat. 


"Selain sebagai peluntur lemak, ketiga bahan herbal dalam juga memberikan manfaat lain untuk kesehatan. Misalnya rimpang bangle dapat mengatasi sembelit, reumatik, mengobati sakit hati, hingga lemah jantung. Sedangkan daun jati Belanda dapat mengendalikan kolesterol dan mencegah diare," sebutnya. 


Sementara, dituturkannya, ekstrak teh hijau alangkah baiknya kesehatan lemak juga untuk kesehatan kulit, jantung, menstabilkan tekanan darah, hingga mengontrol kadar gula darah. 


Dina juga menerangkan, tanaman herbal alami memang baik untuk tubuh. Akan tetapi, obat herbal yang dikonsumsi dengan takaran asal-sebagai justru dapat berakibat buruh bagi tubuh. Sebaiknya, sebaiknya serahkan pada sudah ahli dalam meracik bahan herbal. 


"Nayasa Slim Capsule dibuat dengan takaran tepat dan sudah teruji. Nayasa Slim Capsule terdiri dari ekstrak rimpang bangle sebanyak 250 mg, ekstrak daun jati Belanda sebanyak 150 mg, dan ekstrak teh hijau sebanyak 100 mg. Takaran tersebut sudah melalui riset sehingga menghasilkan racikan ampuh. untuk diet, "imbuhnya. 


Diet dengan Nayasa Slim Capsule juga aman. Dirinya menjamin itu karena sudah dibuktikan dengan izin dari BPOM. Selain itu, produk yang diambilnya juga dipastikan halal. Hal itu ditunjukan dengan adanya sertifikat halal dari MUI. 


"Silakan menghubungi kami untuk mendapatkan khasiat terbaik dari Nayasa Slim Capsule. Produk ini memiliki kandungan herbal alami yang membantu menurunkan berat badan, mengendalikan nafsu makan, serta melancarkan sistem pencernaan," tuturnya. 


Dina juga menyertakan nomer kontak untuk pelanggan yang membutuhkan Nayasa Slim Capsule untuk diet. Pelanggan bisa menghubungi melalui nomor 08122223653, atau juga di @nayasagallery melalui Instagram. (eki)

Berburu Senja di Tengah Kota

Desember 23, 2020 Add Comment

 

KUNINGAN (MASS) - Kali ini kuninganmass.com akan membawa kalian ke pengalaman berburu senja di tengah kota. Tentu saja, siapkan lensanya juga. Bisa gadget atau kamera. 

Meski di tengah kota, jalanan Kuningan sepanjang Jalan Siliwangi sampai Taman Kota dan Masjid Syiarul Islam Kuningan masih bisa dinikmati dengan berjalan kaki. 

Jajaran pertokoan Siliwangi yang terasa jadul, dengan ruas jalan yang luas dan lalu lalangnya kendaraan, bisa menjadi suara bising yang seru. Jajaran pertokoan ini, menarik di mata lensa. 

Bergeser dari pertokoan Siliwangi, kalian bisa melihat megahnya masjid Syiarul Islam. Masjid warga Kabupaten Kuningan ini, tidak banyak yang berubah dari tahun ke tahun. Hanya saja, tahun ini area luarnya memang sedang dibangun. Untuk lensa, disinipun tak kalah menarik. 

Bergeser lagi sedikit, kita akan melihat taman kota yang masih dalam pengerjaan. Dari Masjid Syiarul Islam ke taman kota, sudah terlihat jembatan layang yang terhubungnya. Meski belum total, kerangkanya sudah terlihat.

Spot yang satu ini, juga menarik untuk diabadikan. Bukan saja karena kedepan akan menjadi ikon baru, tapi proses oleh proses juga jadi momen yang mudah diingat.

Ada satu lagi yang menarik. Tugu 0 km Kuningan yang tiba-tiba mendekat di sekitar Pohon Beringin. Di luar kontroversi pergerakannya, tugu 0 km juga bisa jadi spot lensa yang menarik.

Sekedar diketahui, 0 km Kuningan sebenarnya ada di depan toko mas di jajaran pertokoan Siliwangi. Dipasang di dekat teman relief hanya sebagai simbol saja untuk mengingatkan warga. (eki)

Gebrakan Kadis Baru, Gelar Food Festival, Produk IKM dan Sembako Murah

Desember 23, 2020 Add Comment

 

KUNINGAN (MASS)- Pasca dilantik sebagai Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Kopagprin) U Kusmana SSos MSi langsung tancap gas.

Pada Rabu (23/12/2020) Kopdadprin menggelar Food Festival dan Gelar Produk IKM Kuningan. Acara ini dihelat di Prima Resort Sangkanhurip.

Untuk tahun ini tema yang diangkat adalah “Difersivikasi Produk Pangan dan Beras yang Berbasis Sumber Daya Lokal” yang diikuti oleh tim Penggerak PKK  Kecamatan se-Kabupaten Kuningan.

Menurut Kusmana tujuan digelar acara ini aalah untuk memperluas akses promosi dan pemasaran berbagai produk IKM Kuningan.

Selain itu juga  meningkatkan kreatifitas , kapasitas, dan kopetensi UMKM Perdagangan serta penggunaan produk dalam grid.

“Kami juga menggelar Sembako Murah sesuai  Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan Nomor 15 Tahun 2019 Tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Kuningan Tahun 2020,” sebut mantan Kabag Barjas itu.

Tujuannya lanjut dia, untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Paket sembako murah ini di simboliskan kepada camat yang sudah di undang yaitu 8 kecamatan. Mereka terdiri dari Kecamatan Pasawahan, Kecamatan Pancalang.

Kemudian, Kecamatan Cigugur, Kecamatan  Jalaksana, Kecamatan Ciniru, Kecamatan Sindangagung, Kecamatan Darma, dan Kecamatan Cigandamekar.

Diterangkan, paket atau sembako murah itu terdiri dari beras 5 Kilo, gula pasir 2 Kg, dan minyak goreng 2 Liter, dengan jumlah Peserta kegiatan yaitu 52 orang.

Selanjutnya lebih dari 32 orang tim penggerak PKK Kecamatan Se-Kabupaten Kuningan, dan 20 orang pelaku IKM Kuningan beserta camat yang 8 yang diundang untuk simbolis.

Ditempat yang sama Bupati H Acep Purnama yang membuka food festival menyampaikan dalam peningkatan penggunaan produk dalam negeri, Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan lainnya secara bersama-sama  ataupun sendiri mengupayakan penggunaan produk dalam negeri.

Tentu  melalui promosi, sosialisasi atau pemasaran dan menerapkan kewajiban menggunakan produk dalam negeri sesuai dengan ketentuan  perundang-undangan.

“Salah satu upaya pemerintah daerah dalam peningkatan penggunaan produk dalam negeri yaitu dengan diversifikasi pangan. Diversifikasi pangan adalah upaya peningkatan konsumsi aneka ragam pangan dengan prinsip beragam, bergizi, berimbang. Diversifikasi pangan perlu dukungan ketersediaan teknologi pengolahan yang relatif mudah dan murah untuk dapat diterapkan di masyarakat,” ujar bupati.

Ia juga menambahkan bahwa langkah nyata untuk mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan dengan memanfaatkan Sumber Daya dan potensi yang sangat besar dalam menghasilkan pangan lokal di konsumsi setiap wilayah.

Serta penganekaragaman konsumsi pangan akan memberikan dorongan dan insentif kepada penyediaan produk pangan yang lebih beragam dan aman untuk dikonsumsi termasuk produk pangan yang berbasis Sumber Daya lokal.

Terpisah,  Ketua Tim Penggerak PKK Hj Ika Acep Purnama menyampaikan, kebutuhan akan ketertersediaan pangan sangat mendesak karena dengan meningkatnya jumlah penduduk.

Sehingga lanjut dia, ketersediaan pangan cukup menjadi harga mutlak untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas.

Diterangkna, gangguan stabilitas pada harga beras akan menyebabkan kerawanan sosial, untuk itu pihaknya harapkan dari kegiatan ini mulai berfikir sebagai PKK bisa berperan dalam keananekaragaman pangan olahan sumber daya alam yang melimpah.

Serta iklim yang mendukung di Kabupaten Kuningan, dan pihaknya sangat bangga bahwa PKK yang ada di 32 kecamatan bisa menampilkan olahan makanan yang beranekargam.

Acara ini dihadiri oleh para pejabat dan Ibu- ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan se-Kabupaten Kuningan, dan para pelaku IKM Peserta Kegiatan Food Festival dan Gelar Produk IKM Kuningan. (agus)

8 Gereja Distrelisasikan, Tiap Sesi Misa Makismal 100 Orang

Desember 23, 2020 Add Comment





KUNINGAN (MASSA) - Menjelang pelaksanan misa Natal, Polres Kuningan bersama tim Penjinak Bom Gegana Satuan Brimob Polda Jawa Barat menggelar sterilisasi gereja.


Gereja yang sterilisasi adalah yang melaksanakan ibadah tatap muka menjelang Natal 2020. Kegiatan dilakukan pada Rabu (23/12/2020).


Rombongan Anggota Polres Kuningan yang dipimpin Kasubbag Dal Ops Bag Ops Polres Kuningan IPTU Harminal M. 


Mereka bersama Penjinak Bom Gegana Satuan Brimob Polda Jawa Barat memulai sterilisasi di Gereja Hati Kudus dan Gereja Pantekosta di Indonesia Efeerata di Jalan Raya Kepuh Kuningan. 


Kedua gereja ini memiliki jemaat hingga 500 orang. Penyisiran dimulai dari halaman gedung hingga masuk ruangan di sekitar altar gereja untuk memeriksa jika ada benda-benda yang mencurigakan sebelum misa Natal.


Kanit Jibom Polda Jabar IPTU Aceng Sudrajat mengatakan, sterilisasi gereja yang melaksanakan ibadah Natal secara tatap muka di Kabupaten Kuningan dilakukan di 8 gereja.


Ke delapan gereja tersebut adalah Gereja Khatolik Hati Kudus Yesus, Gereja Pantekosta di Indonesia Efferata, Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Khatolik Santo Korolus Borromeus.


Kemudian, Gereja Khatolik Kristus Raja, Gereja Khatolik Maria Putri Murni Sejati, Gereja Kristen Pasundan dan Gereja Bethel Indonesia.


”Kami dari Tim Jibom Polda Jabar melaksanakan sterilisasi di wilayah Timur yang meliputi Polres Kuningan, Polres Majalengka, Polres Cirebon Kota, dan Polres Kota Cirebon. Ini yang pertama kami lakukan di Polres Kuningan. Yang pertama di gereja Hati Kudus dan tujuh gereja lainnya, "ujarnya kepada wartawan.


Aceng menambahkan, sterilisasi ini dilakukan untuk memastikan gereja dalam kondisi aman saat digunakan untuk acara misa maupun ibadah natal. 


Sterilisasi ini dilakukan dengan menggunakan alat detektor logam, cermin dan alat deteksi radiasi. Selain itu, pemeriksaan soal protokol kesehatan di gereja-gereja itu, kata Aceng.


Sementara itu, salah seorang pendeta Gereja Pantekosta di Indonesia Efeerata, Hero Mamangkey mengatakan, di masa pandemi ini pihak gereja akan melaksanakan misa Natal dengan tiga sesi. 


Setiap sesi hanya diisi 100 jemaat saja. Biasanya, kata Hero, jemaat yang datang ke hampir mencapai 500 orang.


“Karena pandemi, maka misa Natal ini dibagi menjadi tiga sesi. Setiap sesinya hanya 100 jemaat saja,” sebut Hero.


Jemaat yang masuk halaman gereja, lanjut Hero,  langsung mencuci tangan kemudian diukur temperatur badannya dan menjaga jarak saat berbaris masuk serta duduk di tempat-tempat yang telah ditentukan. 


Sedangkan bagi jemaat yang dari luar kota, kata Hero, jauh-jauh hari sebelumnya pihak gereja sudah mengeluarkan pendaftaran bagi jemaat yang akan mengikuti misa dan memberikan himbauan yang datang ke gereja hanya yang ada di dalam saja.


"Kami berharap pandemi Covid ini segera berakhir agar bisa kembali seperti biasa. Kami juga rindu suasana normal seperti sebelumnya," harapnya. (agus)

Ada Cuti Bersama, Ini Jadwal Libur Layanan Samsat Kuningan

Desember 23, 2020 Add Comment

KUNINGAN (MASS) - Wajib pajak kendaraan yang ada di Kabupaten Kuningan wajib karena adanya cuti bersama tahun 2021, maka layanan Samsat tidak berfungsi. 

“Kami libur pada tanggal 24,25 dan 31 Desember. Selebihnya kami melayani, ”sebut Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Kabupaten Kuningan, Dra Cucu Cahyati Ranita MM yang didampingi Kasi Pendataan dan Penetapan Budi Purnomo MM, Rabu (23/12/2020).  

Selain itu juga libur juga akan terjadi pada 1 Januari 2021.

Dengan adanya pengumuman ini agar wajib pajak paham. Jangan sampai jauh-jauh datang ternyata kantor tutup. (agus) 

 

Pengumuman Pembina Samsat Provinsi Jawa Barat Tentang

Libur Layanan Samsat 

Menindaklanjuti Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 744 Tahun 2020, Nomor 5 Tahun 2020 dan Nomor 6 Tahun 2020 tentang Perubahan Keempat atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Perdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 728 Tahun 2019, Nomor 213  Tahun 2019, Nomor 1 Tahun 2019 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020 dan Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 642 Tahun 2020, Nomor 4 Tahun 2020 dan Nomor 4 Tahun 2020 tentang  Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021, dengan ini disampaikan sebagai berikut : 

1.Hari Kamis, 24 Desember 2020 adalah Cuti Bersama Hari Raya Natal Tahun 2020; 

2.Hari Jumat, 25 Desember 2020 adalah Libur Nasional Hari Raya Natal Tahun 2020; 

3.Hari Kamis, 31 Desember 2020 adalah Pengganti Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah; 

4.Hari Jum'at, 01 Januari 2021 adalah Libur Nasional Tahun Baru 2021 Masehi; 

5.Hari libur tersebut pada point 1, 2, 3, dan 4 berlaku untuk seluruh layanan Samsat Induk dan Layanan Samsat Lainnya; 

6.Layanan e-Samsat dan pembayaran PKB melalui jaringan lainnya (Fintech dan PPOB pada aplikasi Samolnas, Sipolin maupun Sambara) tidak dapat digunakan mulai hari Kamis, 24 Desember 2020, dan melayani kembali mulai hari Kamis, 31 Desember 2020;  

7.Layanan e-Samsat melayani kembali mulai hari Jum'at, 01 Januari 2021; 

8.Agar seluruh jajaran Tim Pembina Samsat Kabupaten/Kota meningkatkan konsolidasi dan koordinasi serta menyampaikan pengumuman kepada seluruh masyarakat. 

Demikian, agar menjadi maklum.

Update Rabu 23 Desember: Positif Naik 1 Orang

Desember 23, 2020 Add Comment


 


KUNINGAN (MAS) – Update kasus covid-19 untuk Rabu (23/12/2020) sedikit melegakan karena tidak ada kenaikan yang signifikan.

Kalau pun naik hanya satu orang. Selebihnya juga tidak ada kenikan, baik kasus meninggal maupun probable.

Setelah sebelumnya naik 10 orang, Selas 27 orang dan Rabu satu orang. 

"Naiknya cuma satu,” ujar Juru Bicara Crisis Center Kuningan Agus Mauludin SE.

Mantan Kalak BPBD Itu menerangkan dengan kasus naik satu orang, maka, kasus positif covid-19 semula 1.785 orang menjadi 1.786 orang.

Menurut Agus, adapun rinciannya adalah dikarantina 290 orang. Jumlah meninggal 25 orang (tidak ada kenaikan). Sedangankan untuk yang sembuh  tetap 1.471.

Terakhir untuk kasus reaktif menjadi 595 orang (naik). Adapun rinciannya adalah 87 dikarantina, 27 meninggal meninggal dan yang sembuh 481 orang (naik 6 orang).

Untuk kasus probbable atau kemungkinan covid-19 masih tetap 25 orang dengan rincian 6 meninggal dan 19 sembuh.

Adapun total kasus covid-19 dari awal Maret-Desember 2020 mencapai 6.586. Dengan rincian 1.113 karantina dan 5.473 sembuh.

Terpisah, Kalak BPBD Kuningan Indra Bayu meminta kepada masyarakat untuk memperhatikan protokol kesehatan, budaya hidup sehat, selalu ikhtiar dan berdoa untuk keselamatan dan kesehatan.

“Kasus terus naik, maka harus patuh dalam menerapkan protokol,” ujarnya.(agus)

Minuman Ini Memang 'Bukan Soju'

Desember 23, 2020 Add Comment

KUNINGAN (MASS) - Bagi para penggemar korea, baik K-Popers maupun K-Drama Lovers, pasti sudah tidak asing lagi dengan minuman berbotol seperti ini, Soju.

Ya, minuman yang satu ini memang kerap muncul di drama-drama korea sebagai minuman tradisional korea. Bedanya, soju asli korea biasnya memiliki kadar alkohol meskipun memakai bahan tambahan beras atau tambahan lainnya. 

Tapi jangan khawatir, sesuai namanya, minuman ini memang 'Bukan Soju'. Minuman yang tersedia Jl Syech Maulana Akbar no 11 Kuningan ini, merupakan produk asli Angkringan Korea yang dibangun Fani dan sang suami. 

"Bukan soju ini, memang konsepnya korea. Tapi karena di Indonesia ini sangat muslim, biar kita bisa halu tapi gak minum alkohol, ya kita buat minuman berperisa buah. Dan botolnya pun dibuat mirip botol soju," sebut Fani beberapa waktu lalu. 

Senada, pasangan juga langsung menambahkan bahwa efek dasar soju masih bisa dinikmati dari olahan minumannya. 

"Basicnya kayak minum soju biar di badan anget. Bedanya kita bukan dari alkohol, dari mint," tuturnya. 

Cara menikmatinya sendiri cukup unik. Biasanya, Bukan Soju ini di minum setelah dituangkan ke dalam sloki yang dingin. Bukan Soju, di'emut 'dulu di dalam mulut baru di telan. Dijelaskan, agar efek angetnya bisa terasa di leher.

"Dingin-dingin oke, karena biar anget di tenghorokan. Pas panas juga oke, karena ada mintnya, kalo kata bahasa jawa, punya efek semriwing," imbuhnya. 

Bukan soju sendiri, memiliki berbagai varian rasa. Dari mulai grean tea, nanas, persik hingga bunga sakura. (eki)

Jelang Libur Nataru Ke Kuningan Harus Bawa Bukti Rapid Antigen??

Desember 23, 2020 Add Comment

 

KUNINGAN (MASS) - Menjelang libur panjang batal dan tahun baru di masa pandemi, membuat banyak orang bertanya-tanya. Tak terkecuali warga Kuningan.

Banyak yang mempertanyakan, apakah kalau pergi ke Kuningan, baik untuk pulang kampung atau berlibur perlu tes PCR / Antigen atau terlebih dahulu terlebih dahulu? 

Pertanyaan-pertanyaan tersebut memang sangat wajar. Mengingat, saat awal wabah merebak, Kuningan merupakan daerah yang terbilang ketat dalam membuat aturan.

Untuk memastikan hal tersebut, kuninganmass.com mencoba mengkonfirmasikannya kepada Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana S STP. 

Melalui percakapan singkat, mantan Camat Subang ini menjawab bahwa hal tersebut, di Kabupaten Kuningan masih rencana. 

"Untuk Kuningan baru rencana kang. Surat edaran rencana sama Disporapar," jawabnya melalui pesan singkat, Selasa (22/12/2020) malam. 

Saat ditanyai lebih lanjut tentang kemungkinan yang akan terus berlanjut. Indra Bayu belum memberi penjelasan. 

Namun, perlu diketahui untuk beberapa angkutan umum jarak jauh aturan itu sudah menunjukan hasil negatif dari Rapid Antigen atau PCR Swab sudah dibuat. Salah satunya pengguna KAI jarak menengah / jauh pulau jawa. 

Hal itu seperti diutarakan VP PT KAI Daop 3 Cirebon Wisnu Pramudyo. dalam siaran persnya, Wisnu menyebut calon penumpang jarak menengah / jauh PT KAI wajib menunjukan hasil tes Antigen atau Swab Cepat. 

Mulai 22 Desember 2020 sd 8 Januari 2021. Pelanggan diharuskan menunjukkan surat keterangan hasil Rapid Test Antigen negatif yang sesuai selambat-lambatnya 3 hari sebelum tanggal. (H-3) atau Swab Tes PCR dengan hasil negatif paling lambat 14 hari sebelum digunakan (H -14), "sebutnya. 

Syarat diatas sendiri, tidak diwajibkan untuk penumpang dengan usia dibawah 12 Tahun. Meski begitu, setiap penumpang harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, demam), memakai masker dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius. 

Namun untuk penumpang yang belum sempat melakukan tes, di KAI Daop 3 Cirebon juga tersedia 

Sebagai peningkatan pelayanan KAI menyediakan layanan Rapid Test Antigen di stasiun dengan harga Rp105.000. Layanan ini tersedia melalui Sinergi BUMN dengan Rajawali Nusantara Indonesia Grup, "imbuhnya. 

Pada tahap awal, di wilayah Daop 3 Cirebon layanan tersebut tersedia di Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan.

Dikarenakan proses pelayanan Rapid Test Antigen waktu yang lebih lama dibanding Rapid Test Antibodi, maka calon pelanggan agar siapkan waktu yang cukup untuk melakukan tes tersebut. 

Disebutkan, masyakarat yang ingin menggunakan layanan Rapid Test Antigen di Stasiun, diimbau untuk melakukan H-1 perjalanan untuk menghindari jika dilakukan di hari libur. (eki)

Pusat Terapi Perkembangan Anak Jati Kersa, Sahabat Anak-anak Spesia

Desember 23, 2020 Add Comment

 



KUNINGAN (MASS) - Setiap anak terlahir spesial. Tak boleh ada satupun, anak yang didiskreditkan. Semua anak adalah sempurna, dengan caranya masing-masing.


Sahabat Anak-anak Spesial. Kalimat itulah yang menjadi slogan salah satu Pusat Terapi Perkembangan Anak (PTPA) yang ada di Kuningan. PTPA Jati Kersa yang berada di Jalan Baru Desa Sadamantra Jalaksana. 


Pusat Terapi yang kini dikepalai Dita Novaria S Pd AUD itu, merupakan salah satu lembaga terapi untuk anak dengan kebutuhan khusus, yang fasilitasnya terbilang lengkap. 


"Terapi Pedagogic, Terapi Perilaku, Terapi Okupasi, Terapi Wicara, Fisioterapi," jawabnya saat ditanyai ada fasilitas apa saja yang ada di tempatnya, beberapa waktu lalu. 


PTPA sebagai lembaga yang concern menjadi sahabat anak spesial ini, bisa dibilang salah satu jalan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak, meski perlakuannya khusus. Biasanya, untuk optimalisasi, sejak massa golden age inilah, anak perlu mendapat perhatian 'lebih'. 


Di PTPA sendiri, selain tersedia banyak sekali fasilitas yang serba nyaman, juga serba luas dan seru. Pelayanan disana mulai dari identifikasi dan assesment, konsultasi psikologis, lalu tes IQ Kematangan serta Minat dan Bakat. 


Selaim Dita Novaria, dirinya juga dibantu oleh tim yang kompeten. Mulai dari Psikolog, Koordinator Terapis hingga dokter konsulen. 


Untuk informasi lebih lanjut, siapapun bisa datang ke PTPA Jati Kersa di Sadamantra, atau terlebih dahulu membuat janji via WA di 081802358000. Bisa juga melalui email dan media sosial Jati Kersa. (eki)

Kodim Kumpulkan Tokoh Lintas Agama

Desember 23, 2020 Add Comment


KUNINGAN (MASS) - Untuk menjalin hubungan yang harmonis antar umat beragama di Kabupaten Kuningan, Kodim 0615 Kuningan menggelar acara Komunikasi Sosial dengan tokoh lintas agama Kabupaten Kuningan.

Acara digelar di Aula Mashud Kodim Wishnusaputra 0615 / Kuningan, Rabu (23/12/2020)

Menurut Dandim 0616 Kuningan, Letkol Czi David Nainggolan, m elalui komunikasi seperti saat ini, kebersamaan dan keharmonisan antar umat beragama akan selalu terjalin. 

“Mari bersama hilangkan rasa saling curiga antara masyarakat,” kata Dandim 0616 Kuningan, Letkol Czi David Nainggolan, saat memberikan perawatan.

Ia berharap kepada tokoh agama untuk selalu tanggap terhadap aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui pemuka agamanya.

"Karena pemuka agama adalah penyambung lidah dan penerjemah umat. Dan tokoh agama sebagai mitra pemerintah dalam menjalankan pembangunan nasional, khususnya bidang agama," tegas Letkol David.

Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Kuningan, KH. Akhidin Nur menyampaikan terima kasih kepada Kodim 0615 / Kuningan yang telah mengadakan kegiatan silaturahmi tersebut.

Menurutnya kondisi kehidupan beragama di Kuningan ini dalam situasi yang baik-baik saja.

“Alhamdulillah, walaupun ada dinamika semuanya bisa dengan baik dan kerukunan umat selalu terjaga dengan baik,” ungkap KH. Akhidin Nur.

Kegiatan dihadiri 60 peserta, Kasdim 0615 / Kuningan, Walikota Inf Dedy Soehardjito, Ketua FKUB, Ketua MUI Kabupaten Kuningan, KH  Dodo Syarif Hidayatullah.

Kemudian, Ketua Muhammadiyah  Kabupaten Kuningan, KH  Abdul Wahid, Ketua PCNU Kabupaten Kuningan, KH. Aminudin, Ketua PUI Kabupaten Kuningan, Dr. Toto Toharudin, Ketua Persis, Tatang,.

Selanjutnya, Pastor Paroki Kristus Raja Cigugur, Rm Adrianus Dedi OSC, Ketua Umum Majelis Jemaat GKI Kuningan, Pendeta Pramudia, Perwakilan Magabudhi Kuningan, Waluyo M.pd.B, Tokoh Hindu Kuningan, Yuli, Seluruh Staf dan Danramil Jajaran Kodim 0615 / Kuningan, Komunitas Akar, dan Komunitas Motor Trail Silat. (agus)

5 SKPD Konsisten Gunakan Pangan Lokal

Desember 22, 2020 Add Comment

 



KUNINGAN (MASS) – Dari puluhan SKPD yang ada di Kabupaten Kuningan, ternyata hanya ada lima SKPD yang konsisten menggunakan pangan lokal ketika menggelar rapat atau kegiatan lainnya.

Ke lima SKPD itu adalah BPKAD, Dinas Perikanan dan Peternakan, Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda dan Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata.

Mereka berhak mendapatkan hadiah dari Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH. Bupati memberikan hadiah  pada Acara Expo Bunda Menyapa dan Pemberian Hadiah Penggunaan Pangan Pituin (Pangan Lokal) Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan Tahun 2020.

Acara ini digelar  di Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Selasa (22/12/2020).

Ketahanan pangan nasional memberdayakan potensi pangan lokal yang dimiliki masing-masing daerah. Ketahanan pangan merupakan konsep yang multidimensi meliputi mata rantai sistem pangan dan gizi, mulai dari produksi (ketersediaan), distribusi, konsumsi, dan status gizi. 

Kondisi pangan lokal pun menjadi isu global bahkan petani di berbagai belahan dunia kini sedang menuntut adanya kemandirian pangan.

Selebihnya salah satu regulasi untuk non pangan dengan adanya Peraturan Bupati Nomor 30 Tahun 2017 tentang Peraturan Pangan Pituin Penggunaan (Pangan Lokal) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan.

Menindak lanjuti peraturan tentang penggunaan pangan lokal/pangan pituin, tim pemantau telah melakukan kembali monitoring/penilaian terhadap OPD/SKPD yang layak mendapat hadiah.

“Pada kesempatan ini saya ucapkan terima kasih kepada OPD/SKPD, KWT/Desa yang telah meraih piagam penghargaan dan hadiah,” ujar bupati.

Bupati meminta peningkatkan pemanfaatan, jumlah/volume pangan lokal, rutinitas pesanan dan kerjasama dengan para KWTI pengolah pangan kepada yang mendapat apresiasi tentu lokal.” ujar Bupati

Diterangkan, Expo Bunda Menyapa ini memiliki makna penting dan merupakan salah satu upaya untuk semakin mengintensifkan pemberdayaan pemanfaatan lahan pekarangan dengan prinsip tanam, petik, olah dan jual.

Adapun  tanaman yang ditanamkan dipekarangan adalah jenis tanaman panganetan lokal diangan upaya jenis tanaman panganetan lokal. 

Sementara Ketua TP PKK Kuningan Hj Ika Acep Purnama  mmenyebutkan, pekarangan di kabupaten Kuningan kurang lebih 10 ribu hektar umumnya belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Kita tahu pekarangan ini adalah sumber gizi keluarga. Pada tahun ini kita melaksakan kegiatan di 10 desa dan 10 kecamatan yang sudah memanfaatkan lahan pekarangan,” sebutnya.

Diawali di bulan maret 2020 dikecamatan Cidahu.  Atas dasar itu PKK   sampaikan saat ini ada penilaian sehingga sangat antusias ini dijadikan laporan kegiatan di masa pandemi covid 19.

Nominasi penilaian kegiatan bunda menyapa juara 1 KWT Dandan Wangi Desa Jalatrang Cilebah, Juara 2 KWT Tani Mukti Desa Sumur Wiru, Juara 3 KWT Mekar Mulya Desa Sindangjawa.

Nominasi KRDL, juara1 KWT Mekar Mulya Desa Sindangjawa, juara 2 KWT Melati Desa Cikadu, juara 3 KWT Citrana Jaya Desa Nanggelangjaya.

Diterangkan, Pelaksanaa Peraturan Bupati No 30 Tahun 2017 tentang pelaksanaan pangan pituin di lingkungan pemerintah daerah, juara 1 Badan Pengelolaan Keuangana Asset Daerah.

Juara 2 Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan, serta juara 3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan.

Pengolahan hasil dari tanaman sayuran, Juara 1 Desa Cikadu Kecamatan Nusaherang, Juara 2 Desa Nangka Kecamatan Kadugede, Juara 3 Desa Sumurwuri Kecamatan Cibeureum.(agus)

 

Bidan yang Gantung Diri Dikenal Rajin Puasa Senin-Kamis

Desember 22, 2020 Add Comment

KUNINGAN (MASS) - Ibarat ungkapan bagai petir disiang bolong. Begitulah yang dirasakan oleh rekan-rekan sejawat Bidan Herlina yang bertugas di Puskesmas Maleber.

"Awalnya saya tidak percaya. Tadi dapat info sore, sekali lagi saya tidak percaya sebelum liat poto, ga nyangka aja,” ujar Kepala UPT Puskesmas Maleber Ilah Lilahsah SST saat dihubungi kuninganmass.com, Selasa (22/12/2020) malam.

Terkait masalah pekerjaan di kantor, Ilah menjelaskan tidak ada masalah. Korban selama ini dikenal rajin, dan semenjak lahiran ia dinas pagi terus.

“Ngga ada, kerjanya rajin, malahan kalau salat Dhuhur suka bareng. Puasanya rajin. Pokoknya ga nyangka aja,”jelasnya.

Terpisah, Kadinkes Kuningan dr Hj Susi Lusiyanti ikut berduka. Ia mengaku penyebab korban meninggal belum diketahui.

“Kalau masalah kerjaan baik-baik saja, begitu juga di kantor tidak ada masalah,” jelasnya.

Sementara itu, kematian Bidan Herlina yang mempunyai balita berusia enam bulan itu menggegerkan. 

Bukan hanya di TKP rumah orang tua di Desa Sukamukti Kecamatan Jalaksana, tapi juga di Meleber.

Karena keramahannya ia dikenal luas, sehingga tidak ada yang menyangka korban akan senekad itu.

"Innalillahi.Bidan Lina, dulu tetangga saya waktu di Maleber. Pagi hari pukul 07.00 WIB. Saya ketemu di Oleced pas berangkat ke Ciawi tapi tidak saling sapa karena pas ramai. Asli kaget,”sebut Tebe warga Maleber.


Dari info yang kuninganmass.com peroleh, korban pamit ke suaminya akan ke Puskesmas.
Suaminya tidak curiga.

Tapi anehnya meski pamit akan kerja korban malah ke arah Oleced (Desa Manggari). Waktu itu banyak yang menyangkan korban akan membeli BBM ke SPBU, tapi ternyata malah pulang ke Sukamukti. (agus)

Update Selasa 22 Desember: Positif Naik 27 Orang

Desember 22, 2020 Add Comment

 

KUNINGAN (MASS) – Setelah sebelumnya naik 10 orang, maka pada update Selasa (22/12/2020) terjadi kenaikan kasus sebanyak 27 kasus.

Dari informasi kenaikan kasus 27 orang itu tersebar di Kecamatan Kuningan, Nusaherang, Cigugur, Luragung, Jalaksana dan Cimahi.

"Naik 27 orang tersebar di beberapa kecamatan,” ucap Juru Bicara Crisis Center Kuningan Agus Mauludin SE.

Mantan Kalak BPBD Itu menerangkan dengan kasus naik 27 orang, maka, kasus positif covid-19 semula 1.758 orang menjadi 1.785 orang.

Menurut Agus, adapun rinciannya adalah dikarantina 289 orang. Jumlah meninggal 25 orang (tidak ada kenaikan). Sedangankan untuk yang sembuh naik ke enam orang menjadi 1.471.

Terakhir untuk kasus reaktif menjadi 588. Adapun rinciannya adalah 86 dikarantina, 27 meninggal meninggal dan yang sembuh 475 orang.

Adapun total kasus covid-19 dari awal Maret-Desember 2020 mencapai 6.568. Dengan rincian 1.105 karantina dan 5.463 sembuh.

Terpisah, Kalak BPBD Kuningan Indra Bayu meminta kepada masyarakat untuk memperhatikan protokol kesehatan, budaya hidup sehat, selalu ikhtiar dan berdoa untuk keselamatan dan kesehatan.

“Kasus terus naik, maka harus patuh dalam menerapkan protokol,” ujarnya.(agus)

Malam 'Mesra' di Pujasera

Desember 22, 2020 Add Comment

 

KUNINGAN (MASS) - Bagi kalian yang mungkin masih bingung 'berkelana' malam hari di Kuningan Kota, ada baiknya mencoba tempat yang satu ini. 

Namanya Pujasera. Berada di sekitar Jalan Siliwangi dekat perempatan, tepat di sebrang Terbit. 

Tempat yang satu ini, bisa jadi surga tempat jajan bagi kalian pemburu kulineran. Tempatnya yang keci dan rapih, juga nyaman akan memanjakan kalian berlama-lama disana. 

Bisa dibilang, yang satu ini adalah temoat terbuka dengan kedai-kedai sederhana kecil yang tertata rapih. 

Dengan perpaduan lampu, meski sederhana sangat nyaman ditempati. Usut punya usut, tempat yang satu ini memang baru kembali ditata sekitar setengah bulan lalu. 

Diinisiasi Nana Rambo dan Asep Safari, pengelola disana. Tempat yang semula hanya dijadikan tempat parkir, kini disulap jadi pusat jajanan. 

Selain indah dipandang mata, dengan tatanan tempat yang rapih, dan ketersediaan jajanan yang beragam dan terjangkau, sangat cocok untuk semua kalangan. 

Seperti diketahui dari pemberitaan sebelumnya, para pedagang yang berjualan adalah eks pedagang pasar malam alias korsel.

Pada kuninganmass.com, Nana Rambo yang ditemani Asep Safari menyebut, ketimbang tempat itu saat menjelang gelap digunakan tidak jelas dan kumuh, lebih baik ditata. 

"Apalagi dulu sering ada komunitas yang dianggap, punten ya bukan jelek, tapi orang liatnya ge jiga sieuneun," jawabnya soal alasan penataan. 

Nana menyebut, inisiatif ini tentu tidak lepas dari komando Kopdagprin. Disana, tidak ada istilah bawahan dan atasan seperti struktur pada umumnya. 

Nana menyebut, selain memanfaatkan lahan yang semula kumuh, keberadaan saat ini juga merupakan pemberdayaan UMKM.

Juga sebagai bentuk penjagaan dari digunakan hal yang tidak sepatutnya. Dulu gelap, sekarang serba terang benderang. 

"Disini tidak ada sewa untuk pedagang. Cuman memang adalah untuk fasilitas yang kita sediakan, seperti listrik, air, wifi gratis. Juga kan harus ada untuk PAD," sebutnya lebih lanjut. 

Disebutnya, lahan yang kini ditata itu ternyata dulunya juga memang Pujasera. Kini, sedang coba dihidupkan kembali. 

Bisa dibilang, disana jadi tempat 'mesra' bagi siapapun. Semua kedai, menyuguhkan hal berbeda. Tidak ada persaingan. 

Semua harganya juga terjangkau. Memang diharuskan Rp20.000,- kebawah, tidak boleh lebih untuk satu porsi. 

Selain menikmati suasana dan jajanan yang ada, dengan payung-payung tenda merah dan lampu kuning yang membuat semuanya nampak lebih terang, disana cukup komplit. 

Wifi gratisan, pesan dan bayar satu pintu (di kasir). Lalu ada juga live musik atau karaoke. Disana, pengunjung bebas untuk berpartisipasi menyanyi. 

"Kalo sekarang, kita mulai operasi dari sore jam 4 sampe jam 9 malem. Karena kita kan harus mematuhi protokol kesehatan di masa covid ini," imbuhnya. (eki)

Akhir Tahun Bupati Bagi-bagi Motor

Desember 22, 2020 Add Comment

 

KUNINGAN (MASS)- Pemkab Kuningan memberikan 70 unit kendraan motor kepada Kecamatan/Kelurahan/Desa Berprestrasi dalam Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkantoran Tahun 2020.

Pemberian hadiah itu langsung diberikan oleh Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH di Hotel Purnama Mulya, Selasa (22/12/2020).

Pemberian apresiasi dan penghargaan ini merupakan Salah satu motivasi agar cepat dalam pengelolaan pajak dan sosialisasi untuk mensukseskan pembangunan.

Bupati Acep menyebuktan, 70 unit kendaraan roda dua, masing-masing sebanyak 12 unit kendaraan  diberikan kepada kecamatan berprestasi dalam Pengelolaan PBB yang terbagi dalam 6 kategori target.

Kemudian, 55 unit kendaraanan untuk desa yang  berprestasi dalam pengelolaan PBB yang terbagi 8 target  dan 3 unit kendaraan untuk kelurahan yang berprestasi dalam pengelolaan PBB. 

“Jumlah kendaraan akan terus kami penuhi tentunya disesuaikan dengan jumlah anggaran yang tersedia,” sebut bupati yang didadmpingi Kepala Bappenda Kuningan Drs Apang Suparman MSi.

Harapan bupati, secara bertahap seluruh kecamatan, desa dan kelurahan di Kabupaten Kuningan akan mendapatkan kendaraan operasional yang pendistribusiannya mengacu pada capaian prestasi dalam pengelolaan pajak bumi dan bangunan.

Ia juga menyampaikan dengan kegiatan ini apresiasi atau prestasi bukanlah tujuan akhir, tetapi meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berkewajiban wajib pajak.

Serta lanjutnya, meningkatnya rasa tanggung jawab dari aparat selaku pengelola pajak itu lebih penting dan diutamakan.  

“Perlu saya akui bahwa tingkat kesadaran masyarakat di sektor perdesaan masih jauh lebih baik dari masyarakat sektor perkotaan,” akunya.

Hal ini dapat dilihat dari capaian realisasi atas potensi pajak bumi dan bangunan sektor perdesaan yang hampir mencapai 100%.

Kemudian, dan untuk perjalanan pengelolaan PBB Tahun 2020 sebagaimana data yang disampaikan oleh Bappenda bahwa terapi desa di seluruh bahwa  target pelunasan, sementara masih banyak tersisa piutang PBB yang masuk klasifikasi sektor perkotaan. 

Bupati juga menyampaikan agar Hadiah digunakan untuk menunjang operasional kegiatan kedinasan sekretaris kecamatan di wilayah kecamatan masing-masing.

Ia berpesan hindari penyalahgunaan setoran PBB atau penyalahgunaan keuangan lainnya yang dapat berdampak pada penerapan sangsi hukum oleh aparat penegak hukum, karena hal ini dapat mengakibatkan menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Daerah. 

Sementara menurut Laporan Panitia Penyelenggara Drs Apang Suparman satu hal yang cukup membanggakan bagi pemerintah Kabupaten kuningan, dalam situasi dan kondisi pandemi target PBB yang telah ditetapkan dalam APBD  tahun 2020 sebesar RP. 30,2 milyar, pada minggu pertama bulan Desember dapat terealisasi 100 persen.

Hal tersebut menggambarkan tingkat kepatuhan dan ketaatan masyarakat Kabupaten Kuningan secara umum atas kewajiban membayar PBB.

”Sangat baik untuk dimaklumi bahwa target PBB  dalam APBD perubahan tidak mengalami koreksi atau penurunan, bahkan capaian realisasi PBB  diharapkan mampu memberikan kontribusi untuk capaian akumulasi pajak daerah tahun 2020,; sebut natan kepala BPKAD itu.

Keberhasilan tersebut tentunya merupakan kerja keras bersama yang ditopang oleh tingkat kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar PBB.

Dengan keberhasilan tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan memberikan apresiasi dan penghargaan bagi kecamatan dan desa/ kelurahan yang berprestasi dalam pengelolaan administrasi dan percepatan pelunasan PBB  tahun 2020 melalui penilaian tim dengan hasil akhir.

 

I

KECAMATAN TINGKAT KABUPATEN

a

KATAGORI I s.d Rp. 518.000.000,-

1.

KECAMATAN

HANTARA

2.

KECAMATAN

CILEBAK

3.

KECAMATAN

KALIMANGGIS

4.

KECAMATAN

CIBEUREUM

5.

6.

KECAMATAN

KECAMATAN

KARANGKANCANA

NUSAHERANG

b

KATAGORI II II Rp. 518.000.000,- s/d Rp. 655.000.000,-

1.

KECAMATAN

SELAJAMBE

2.

KECAMATAN

PASAWAHAN

3.

KECAMATAN

CINIRU

4.

KECAMATAN

JAPARA

5.

KECAMATAN

PANCALANG

6.

KECAMATAN

CIPICUNG

c

KATAGORI III Rp. 655.000.000,- s/d Rp. 719.000.000,-

1.

KECAMATAN

CIMAHI

2.

KECAMATAN

MANDIRANCAN

3.

KECAMATAN

CIBINGBIN

4.

KECAMATAN

SINDANGAGUNG

5.

KECAMATAN

CIDAHU

6.

KECAMATAN

CIWARU

 

 

 

d

KATAGORI IV Rp. 719.000.000,- s/d Rp. 988.000.000,-

1.

KECAMATAN

GARAWANGI

2.

KECAMATAN

LEBAKWANGI

3.

KECAMATAN

SUBANG

4.

KECAMATAN

CIGANDAMEKAR

5.

KECAMATAN

KADUGEDE

e

KATAGORI V Rp. 988.000.000,- s/d Rp. 1.322.000.000,-

1.

KECAMATAN

MALEBER

2.

KECAMATAN

LURAGUNG

3.

KECAMATAN

KRAMATMULYA

4.

KECAMATAN

JALAKSANA

5.

KECAMATAN

CIGUGUR

f

KATAGORI VI Rp. 1.322.000.000,- ke atas

1.

KECAMATAN

DARMA

2.

KECAMATAN

CILIMUS

3.

KECAMATAN

CIAWIGEBANG

4.

KECAMATAN

KUNINGAN

 

II

DESA/KELURAHAN TINGKAT KABUPATEN

a

KATAGORI I s.d Rp. 35.000.000,-

1.

LEBAKHERANG

KEC. CIWARU

2.

PASIRAGUNG

KEC. HANTARA

3.

SALAKADOMAS

KEC. MANDIRANCAN

4.

NANGGERANGJAYA

KEC. MANDIRANCAN

5.

CITIKUR

KEC. CIWARU

6.

MUNGKALDATAR

KEC. CINIRU

7.

PANINGGARAN

KEC. DARMA

 

 

 

b

KATAGORI II Rp. 35.000.000,- s/d Rp. 50.000.000,-

1.

RANDUSARI

KEC. CIBEUREUM

2.

PADAMENAK

KEC. JALAKSANA

3.

SUKADANA

KEC. CIBEUREUM

4.

SUKASARI

KEC. KARANGKANCANA

5.

CIKONDANG

KEC. HANTARA

6.

MEKARSARI

KEC. CIPICUNG

7.

JAGARA

KEC. DARMA

c

KATAGORI III Rp. 50.000.000,- s/d Rp. 65.000.000,-

1.

BAGAWAT

KEC. SELAJAMBE

2.

KUTAKEMBARAN

KEC. GARAWANGI

3.

NANGGELA

KEC. CIDAHU

4.

JAMBERAMA

KEC. SELAJAMBE

5.

MUNCANGELA

KEC. CIPICUNG

6.

CILEBAK

KEC. CILEBAK

7.

PAJAWAN KIDUL

KEC. LEBAKWANGI

d

KATAGORI IV Rp. 65.000.000,- s/d Rp. 80.000.000,-

1.

MANDIRANCAN

KEC. MANDIRANCAN

2.

KERTAUNGARAN

KEC. SINDANGAGUNG

3.

JALATRANG

KEC. CILEBAK

4.

PAKAPASAN GIRANG

KEC. HANTARA

5.

KADUELA

KEC. PASAWAHAN

6.

TARAJU

KEC. SINDANGAGUNG

7.

KANANGA

KEC. CIMAHI

e

KATAGORI V Rp. 80.000.000,- s/d Rp. 95.000.000,-

1.

DUKUHMAJA

KEC. LURAGUNG

2.

KUTAWARINGIN

KEC. SELAJAMBE

3.

GEWOK

KEC. GARAWANGI

4.

SELAJAMBE

KEC. SELAJAMBE

5.

HANTARA

KEC. HANTARA

6.

NANGGELA

KEC. MANDIRANCAN

7.

JATISARI

KEC. SUBANG

 

 

f

KATAGORI VI Rp. 95.000.000,- s/d Rp.120.000.000,-

1.

BUNINGEULIS

KEC. HANTARA

2.

CIBERUNG

KEC. SELAJAMBE

3.

TANGKOLO

KEC. SUBANG

4.

CANTILAN

KEC. SELAJAMBE

5.

TUNDAGAN

KEC. HANTARA

6.

SUKARASA

KEC. DARMA

7.

CIKAHURIPAN

KEC. MALEBER

g

KATAGORI VII Rp. 120.000.000,- s/d Rp. 150.000.000,-

1.

MEKARWANGI

KEC. LEBAKWANGI

2.

CILEUYA

KEC. CIMAHI

3.

BANDORASA KULON

KEC. CILIMUS

4.

MARGAMUKTI

KEC. CIMAHI

5.

BANDORASA WETAN

KEC. CILIMUS

6.

CIPAKEM

KEC. MALEBER

7.

PANIIS

KEC. PASAWAHAN

h

KATAGORI VIII Rp. 150.000.000,- ke atas

1.

BOJONG

KEC. CILIMUS

2.

CIKADUWETAN

KEC. LURAGUNG

3.

SUBANG

KEC. SUBANG

4.

CILIMUS

KEC. CILIMUS

5.

SAMPORA

KEC. CILIMUS

6.

CIAWIGEBANG

KEC. CIAWIGEBANG

III

KELURAHAN TINGKAT KABUPATEN

 

1.

WINDUSENGKAHAN

KEC. KUNINGAN

 

2.

WINDUHERANG

KEC. CIGUGUR

 

3.

SUKAMULYA

KEC. CIGUGUR